Program pengembangan SDM yang efektif tidak cukup hanya didasarkan pada permintaan pelatihan dari unit kerja. Divisi SDM perlu memastikan bahwa setiap program pembelajaran benar-benar menjawab business needs, competency gap, dan strategic priorities organisasi. Dalam industri perbankan yang terus menghadapi perubahan teknologi, regulasi, model bisnis, tuntutan efisiensi, serta peningkatan risiko, kemampuan melakukan Training Needs Analysis (TNA) secara sistematis menjadi semakin penting agar investasi pelatihan memberikan dampak nyata terhadap kinerja organisasi.
Pelatihan ini membekali peserta dengan metode praktis untuk melakukan analisis kebutuhan pelatihan mulai dari level organisasi, unit kerja, hingga individu. Peserta akan mempelajari cara menerjemahkan business strategy menjadi kebutuhan kompetensi, melakukan competency gap analysis, menentukan prioritas training, menyusun learning intervention, serta menghubungkan hasil TNA dengan KPI dan target bisnis. Dengan pendekatan berbasis data dan studi kasus perbankan, peserta diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi program pelatihan yang lebih tepat sasaran, terukur, dan memiliki business impact.
1. Business Strategy, Competency & Training Needs Analysis
2. Strategic Learning & Development dalam Perbankan
3. Understanding Business Strategy
4. Training Needs Analysis Framework
5. Competency Framework & Competency Mapping
6. Competency Gap Analysis
7. Performance Analysis
8. TNA Data Collection Techniques
9. TNA Prioritization, Learning Design & Business Impact
10. Training Needs Prioritization
11. Training Priority Matrix
12. From Competency Gap to Learning Intervention
13. Designing Training Recommendations
14. TNA untuk Berbagai Kelompok SDM Bank
15. Linking TNA with Performance Management
16. Measuring Training Impact