Training Needs Analysis Berbasis Data dan Kompetensi untuk Meningkatkan Efektivitas Learning & Development

Training Needs Analysis Berbasis Data dan Kompetensi untuk Meningkatkan Efektivitas Learning & Development

Training Needs Analysis Berbasis Data dan Kompetensi untuk Meningkatkan Efektivitas Learning & Development

21 - 22 September 2026 Yogyakarta Hotel Ibis Style

Deskripsi

Training Needs Analysis (TNA) merupakan tahapan penting dalam memastikan bahwa program pelatihan dan pengembangan SDM benar-benar sesuai dengan kebutuhan organisasi, jabatan, maupun individu. TNA membantu organisasi mengidentifikasi kesenjangan antara kompetensi yang dimiliki karyawan dengan kompetensi yang dibutuhkan untuk mencapai target pekerjaan dan sasaran bisnis. Tanpa proses TNA yang tepat, program pelatihan berisiko tidak sesuai kebutuhan, kurang memberikan dampak terhadap kinerja, serta menyebabkan penggunaan anggaran pengembangan SDM menjadi kurang optimal.

Pelatihan ini dirancang untuk memberikan pemahaman dan keterampilan praktis dalam melakukan Training Needs Analysis berbasis data dan kompetensi. Peserta akan mempelajari bagaimana menganalisis kebutuhan pelatihan pada tiga level utama, yaitu organizational level, job/position level, dan individual level, serta mengidentifikasi competency gap dan performance gap sebagai dasar dalam menentukan kebutuhan pengembangan.

Selain itu, peserta akan dibekali dengan berbagai metode pengumpulan dan analisis data TNA, seperti interview, questionnaire, observation, Focus Group Discussion (FGD), performance appraisal, KPI, competency assessment, assessment center, dan data SDM lainnya. Hasil analisis kemudian diterjemahkan menjadi prioritas kebutuhan pelatihan, rekomendasi program Learning & Development, serta learning roadmap yang selaras dengan kebutuhan organisasi.

Melalui pendekatan berbasis data, kompetensi, dan kinerja, pelatihan ini diharapkan dapat membantu fungsi HR/HC dan Learning & Development menghasilkan program pelatihan yang lebih tepat sasaran, terukur, relevan dengan kebutuhan bisnis, dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kompetensi serta kinerja karyawan.

Tujuan

  • Memahami konsep, tujuan, dan proses Training Needs Analysis.
  • Mengidentifikasi kebutuhan pelatihan pada level organisasi, jabatan, dan individu.
  • Melakukan competency gap dan performance gap analysis.
  • Menggunakan data kinerja dan kompetensi sebagai dasar TNA.
  • Menentukan prioritas kebutuhan pelatihan secara objektif.
  • Menyusun rekomendasi program Learning & Development berdasarkan hasil TNA.
  • Menyusun TNA Report dan Learning Roadmap yang aplikatif.

Materi

  • BAB 1. Fundamental Training Needs Analysis
  • Konsep dan definisi Training Needs Analysis 
  • Tujuan dan manfaat TNA bagi organisasi 
  • Peran strategis TNA dalam Human Capital Management 
  • Hubungan TNA dengan business strategy 
  • Siklus Training Needs Analysis 
  • Prinsip-prinsip TNA yang efektif 
  • BAB 2. Strategic Training Needs Analysis
  • Analisis kebutuhan organisasi 
  • Organizational goals dan business objectives 
  • Identifikasi perubahan bisnis dan kebutuhan kompetensi 
  • Strategic priorities dan workforce capability 
  • Identifikasi critical skills dan future skills
  • Menentukan kebutuhan pengembangan berdasarkan prioritas bisnis 
  • BAB 3. TNA pada Level Organisasi, Jabatan, dan Individu
  • Organizational Analysis 
  • Job/Task Analysis 
  • Individual Analysis 
  • Identifikasi kebutuhan kompetensi berdasarkan jabatan 
  • Analisis kebutuhan pengembangan individu 
  • Integrasi tiga level analisis TNA 
  • BAB 4. Competency-Based Training Needs Analysis
  • Konsep competency-based TNA 
  • Competency framework dan competency dictionary
  • Core, managerial, technical, dan functional competencies 
  • Competency mapping 
  • Identifikasi required competency dan actual competency 
  • Penyusunan competency gap matrix 
  • BAB 5. Performance Gap Analysis
  • Konsep performance gap 
  • Identifikasi kesenjangan kinerja 
  • Hubungan KPI dengan kebutuhan pelatihan 
  • Analisis performance appraisal 
  • Membedakan training problem dan non-training problem 
  • Identifikasi root cause permasalahan kinerja 
  • BAB 6. Metode dan Instrumen Pengumpulan Data TNA
  • Interview 
  • Questionnaire dan survey 
  • Focus Group Discussion (FGD) 
  • Observation 
  • Job analysis 
  • Document review 
  • Competency assessment 
  • Assessment center 
  • Performance data analysis 
  • BAB 7. Data-Driven Training Needs Analysis
  • Jenis data yang digunakan dalam TNA 
  • Pemanfaatan KPI dan performance appraisal 
  • Analisis competency assessment 
  • Analisis hasil evaluasi pelatihan 
  • Identifikasi training needs berdasarkan data SDM 
  • Validasi data kebutuhan pelatihan 
  • Pengambilan keputusan berbasis data 
  • BAB 8. Analisis dan Prioritas Training Needs
  • Identifikasi critical competency gap 
  • Analisis urgency dan business impact 
  • Training Needs Priority Matrix 
  • Menentukan kebutuhan pelatihan jangka pendek dan jangka panjang 
  • Menentukan skala prioritas peserta dan program
  • Penyusunan training priority berdasarkan business impact 
  • BAB 9. Penyusunan Training Program Berdasarkan Hasil TNA
  • Translasi hasil TNA menjadi training objectives 
  • Menentukan target peserta 
  • Menentukan materi pelatihan 
  • Pemilihan metode pembelajaran 
  • In-house training, external training, coaching, mentoring, dan blended learning 
  • Penyusunan learning pathway 
  • Penyusunan Learning & Development Roadmap 
  • BAB 10. TNA Report dan Management Recommendation
  • Struktur TNA Report 
  • Penyajian hasil analisis 
  • Competency gap report 
  • Training priority report 
  • Penyusunan rekomendasi program 
  • Penyusunan annual training plan 
  • Presentasi hasil TNA kepada management 
  • BAB 11. Evaluasi Efektivitas TNA dan Training Program
  • Hubungan TNA dengan training effectiveness 
  • Learning outcome dan performance improvement 
  • Evaluasi perubahan kompetensi 
  • Evaluasi perubahan kinerja 
  • Training effectiveness measurement 
  • Training impact dan ROI 
  • Continuous improvement dalam Learning & Development 
  • BAB 12. Case Study & Practical Exercise
  • Analisis kebutuhan pelatihan berdasarkan kasus organisasi 
  • Identifikasi competency gap 
  • Identifikasi performance gap 
  • Analisis data KPI dan assessment 
  • Penyusunan Training Needs Matrix 
  • Penentuan prioritas training 
  • Penyusunan rekomendasi program pelatihan 
  • Penyusunan mini TNA Report

Peserta

Divisi Learning & Development

Divisi Human Capital

Divisi Organization Development

Divisi Talent Management

Divisi People Analytics

Divisi Human Capital Strategy

Divisi Performance Management

Metode

• Pre Test 
• Presentasi Materi 
• Diskusi 
• Studi Kasus 
• Post Test 

Fasilitas


• Training Amenities 
• Peralatan Pelatihan (Tas, Hand Out, Block Note, Pulpen, Watermark) 
• Sertifikat 
• Souvenir 
• 2x Coffee Break, 1x Lunch

Kembali ke Layanan