Efektivitas penerapan program APU PPT tidak hanya ditentukan oleh kemampuan bank menghasilkan transaction alert, tetapi juga oleh kualitas proses analisis setelah alert tersebut muncul. Setiap alert perlu dianalisis secara objektif dengan mempertimbangkan profil nasabah, pola transaksi, sumber dan tujuan dana, pihak yang terlibat, serta indikator risiko lainnya sebelum ditentukan apakah terdapat indikasi transaksi mencurigakan yang perlu ditindaklanjuti. Kesalahan dalam analisis dapat menyebabkan false positive, sementara analisis yang tidak memadai dapat meningkatkan risiko missed suspicious transaction.
Pelatihan From Alert to LTKM berfokus pada proses end-to-end mulai dari penerimaan transaction alert, pengumpulan informasi, analisis dan investigasi, penyusunan case narrative, pengambilan keputusan, hingga penyusunan laporan kepada PPATK sesuai ketentuan yang berlaku. Peserta akan berlatih melalui simulasi kasus sehingga mampu menghasilkan analisis yang logis, berbasis bukti, konsisten, dan dapat dipertanggungjawabkan.
From Alert to Suspicion
From Suspicion to LTKM