Perkembangan transaksi perbankan yang semakin cepat dan beragam meningkatkan kompleksitas risiko penyalahgunaan rekening untuk aktivitas pencucian uang, pendanaan terorisme, fraud, maupun kejahatan keuangan lainnya. Transaksi yang mencurigakan tidak selalu ditandai oleh nominal yang besar, tetapi dapat terlihat dari pola, frekuensi, karakteristik transaksi, hubungan antar rekening, serta ketidaksesuaian antara aktivitas transaksi dengan profil nasabah. Oleh karena itu, kemampuan melakukan transaction monitoring secara efektif menjadi salah satu komponen penting dalam penerapan program APU PPT berbasis risiko.
Pelatihan Advanced Transaction Monitoring dirancang untuk memperkuat kemampuan peserta dalam membaca pola transaksi, mengenali behavioral red flags, menganalisis transaksi yang tidak sesuai dengan profil nasabah, serta menentukan apakah suatu transaksi memerlukan investigasi atau eskalasi lebih lanjut. Pendekatan pelatihan menggunakan studi kasus perbankan sehingga peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu melakukan analisis transaksi secara sistematis dan terdokumentasi.
Transaction Monitoring & Red Flags
1. Perkembangan Risiko Kejahatan Keuangan di Industri Perbankan
2. Konsep dan Prinsip Risk-Based Transaction Monitoring
3. Customer Profile vs Transaction Profile
4. Pemahaman Transaction Pattern dan Behavioral Pattern
5. Identifikasi Transaksi Tidak Wajar
6. Behavioral Red Flags Nasabah
7. Red Flags pada:
8. Studi Kasus: Identifikasi Pola Transaksi Tidak Wajar
Transaction Analysis & Escalation
1. Teknik Analisis Transaksi Berdasarkan Profil Nasabah
2. Analisis Frekuensi, Nominal, Counterparty, dan Transaction Pattern
3. Identifikasi Structuring, Layering, dan Pola Transaksi Kompleks
4. Analisis Mule Account dan Rekening Penampungan
5. Menentukan Suspicion Indicators
6. Proses Eskalasi Hasil Analisis
7. Dokumentasi dan Audit Trail Analisis Transaksi
8. Studi Kasus