Asset-Based Consumer Lending: Teknik Menilai Kelayakan Kredit Berbasis Aset dan Sumber Penghasilan Non-Fixed Income

Asset-Based Consumer Lending: Teknik Menilai Kelayakan Kredit Berbasis Aset dan Sumber Penghasilan Non-Fixed Income

Asset-Based Consumer Lending: Teknik Menilai Kelayakan Kredit Berbasis Aset dan Sumber Penghasilan Non-Fixed Income

22 - 23 September 2026 Yogyakarta Hotel Ibis Styles

Deskripsi

Perubahan karakteristik sumber penghasilan debitur serta meningkatnya kebutuhan pembiayaan konsumer menuntut perbankan untuk memiliki pendekatan analisis kredit yang lebih komprehensif. Penilaian kelayakan kredit tidak lagi hanya dapat mengandalkan penghasilan tetap atau payroll sebagai sumber utama repayment, tetapi perlu mempertimbangkan aset, alternative income, cash flow, financial behavior, serta kemampuan bayar secara keseluruhan. Pendekatan Asset-Based Consumer Lending memberikan kerangka bagi AO untuk menilai kekuatan finansial debitur secara lebih menyeluruh dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian dan kualitas kredit.

Pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi peserta dalam melakukan credit assessment terhadap debitur consumer dengan sumber penghasilan non-fixed income, termasuk pengusaha, profesional, pekerja dengan pendapatan variabel, maupun debitur yang memiliki sumber repayment dari aset dan aktivitas usaha. Peserta akan mempelajari teknik identifikasi dan verifikasi aset, analisis alternative income, cash flow, debt service capacity, repayment capacity, serta penyusunan struktur kredit yang sesuai dengan profil risiko debitur. Melalui studi kasus dan simulasi, peserta akan berlatih menghasilkan credit recommendation yang objektif, terukur, dan berbasis kemampuan finansial aktual debitur.

Tujuan

  • Memahami konsep dan prinsip Asset-Based Consumer Lending dalam proses analisis kredit konsumer.
  • Mengidentifikasi dan menilai berbagai jenis aset yang dimiliki calon debitur sebagai bagian dari total financial capacity.
  • Menganalisis sumber penghasilan non-fixed income dan menentukan tingkat kestabilan serta keberlanjutannya.
  • Melakukan analisis cash flow dan repayment capacity untuk debitur dengan penghasilan variabel.

Materi

Asset & Alternative Income-Based Credit Assessment

1. Consumer Lending Landscape & Beyond Payroll-Based Lending

  • Perubahan karakteristik debitur consumer 
  • Keterbatasan pendekatan fixed income/payroll-based lending
  • Konsep Asset-Based Consumer Lending
  • Total Financial Capacity sebagai dasar analisis 
  • Prinsip ability to pay vs ability to borrow
  • Integrasi prinsip 5C/6C dalam analisis consumer lending 

2. Asset Identification & Asset Quality Assessment

  • Identifikasi jenis dan sumber aset debitur 
  • Aset likuid dan non-likuid 
  • Aset produktif dan aset konsumtif 
  • Properti, kendaraan, investasi, deposito, dan aset lainnya 
  • Menilai ownership, marketability dan liquidity aset 
  • Teknik menentukan nilai ekonomis aset secara prudent 
  • Verifikasi kepemilikan dan sumber perolehan aset 
  • Red flags dalam deklarasi aset debitur 

3. Analisis Sumber Penghasilan Non-Fixed Income

  • Karakteristik non-fixed income
  • Penghasilan usaha dan wiraswasta 
  • Penghasilan profesional/freelance 
  • Komisi, bonus, insentif dan variable income 
  • Rental income dan passive income 
  • Multiple income sources 
  • Menilai income stability, sustainability & predictability
  • Teknik menentukan usable income untuk kebutuhan kredit 

4. Cash Flow Analysis untuk Debitur Non-Fixed Income

  • Konsep personal cash flow
  • Analisis inflow dan outflow 
  • Rekening koran sebagai sumber informasi cash flow 
  • Identifikasi recurring vs non-recurring income
  • Analisis pola transaksi rekening 
  • Cash flow normalization 
  • Mengidentifikasi income volatility

Cash Flow-Based Repayment Capacity

5. Financial Behavior & Debt Exposure Analysis

  • Pola pembayaran kewajiban debitur 
  • Identifikasi existing loan dan financial obligations 
  • Analisis total debt exposure 
  • SLIK sebagai bagian dari credit assessment 
  • Debt Service Ratio/Installment to Income 
  • Analisis multiple financing
  • Identifikasi indikasi over-indebtedness
  • Red flags perilaku keuangan debitur 

6. Workshop: Financial Capacity Assessment

  • Studi kasus debitur dengan fixed vs non-fixed income 
  • Analisis aset 
  • Analisis cash flow 
  • Analisis kewajiban 
  • Menghitung kemampuan bayar 
  • Menentukan financial capacity debitur

Credit Decision, Structuring & Risk Mitigation

7. Repayment Capacity & Creditworthiness Assessment

  • Konsep repayment capacity
  • Menentukan sumber utama dan alternatif repayment 
  • Analisis debt service capacity
  • Income-based vs asset-based repayment 
  • Stress testing kemampuan bayar 
  • Sensitivity analysis terhadap penurunan income
  • Menilai financial buffer debitur 
  • Menentukan tingkat kelayakan kredit 

8. Credit Structuring Berbasis Financial Capacity

  • Menentukan plafond kredit
  • Menentukan tenor berdasarkan repayment capacity 
  • Menentukan installment yang sustainable 
  • Menyesuaikan struktur kredit dengan cash flow 
  • Grace period dan repayment schedule 
  • Penggunaan aset sebagai mitigasi 
  • Avoiding over-financing & under-financing
  • Risk-based credit structuring 

9. Asset-Based Lending Risk & Mitigation

  • Asset risk dan liquidity risk 
  • Income volatility risk 
  • Concentration risk 
  • Business dependency risk 
  • Market value risk 
  • Documentation & ownership risk 
  • Mitigasi melalui collateral, tenor, plafond dan covenant 
  • Menentukan risk mitigant sesuai profil debitur 

10. Credit Decision & Risk-Based Recommendation

  • Menyusun credit assessment
  • Menghubungkan character, capacity, capital, collateral & condition
  • Menentukan key strengths & key weaknesses
  • Identifikasi deal breaker dan compensating factors
  • Menentukan approve, reject atau conditional approve
  • Teknik menyusun credit recommendation
  • Dokumentasi dasar pengambilan keputusan kredit

11. Early Warning & Monitoring Debitur Non-Fixed Income

  • Indikator penurunan kemampuan bayar 
  • Penurunan income dan cash flow 
  • Perubahan pola transaksi rekening 
  • Penambahan utang baru 
  • Penurunan nilai aset 
  • Payment behavior deterioration 
  • Early Warning Indicator untuk consumer lending
  • Strategi monitoring debitur berbasis risiko

Peserta

  • Consumer Lending / Retail Banking
  • Credit Analysis
  • Credit Risk Management
  • Appraisal / Asset Valuation
  • Credit Marketing

Metode

  • Pre-test
  • Presentasi Materi
  • Diskusi
  • Studi Kasus
  • Post-test

Fasilitas

  • Training Amenities
  • Peralatan Pelatihan (Tas, Hand Out, Block Note, Pulpen, Watermark)
  • Sertifikat 
  • Souvenir
  • 2x Coffee Break, 1x Lunch
Kembali ke Layanan