Perkembangan digital banking dan meningkatnya aktivitas transaksi nasabah menghasilkan data yang sangat besar mengenai pola penggunaan rekening, frekuensi transaksi, saldo, arus dana, merchant, transfer, pembayaran, hingga penggunaan berbagai produk dan layanan bank. Data tersebut tidak hanya berfungsi sebagai informasi historis, tetapi dapat menjadi sumber customer intelligence untuk memahami kebutuhan, perilaku, potensi, serta peluang pengembangan hubungan nasabah. Melalui pendekatan Transaction Mining, bank dapat mengidentifikasi pola transaksi yang menunjukkan kebutuhan terhadap produk funding, lending, payment, wealth, bancassurance, maupun layanan transaksi lainnya.
Pelatihan Transaction Mining: Teknik Menggali Potensi Cross-Selling dari Data Transaksi Nasabah dirancang untuk memberikan kemampuan praktis dalam mengubah data transaksi menjadi sales opportunity. Peserta akan mempelajari teknik membaca pola transaksi, mengidentifikasi customer trigger, melakukan segmentasi berdasarkan perilaku, menentukan next best offer, serta menyusun strategi cross-selling dan up-selling berbasis data. Pendekatan dilengkapi dengan studi kasus dan simulasi sehingga peserta mampu menghasilkan rekomendasi produk yang lebih tepat sasaran sekaligus meningkatkan customer engagement, CASA, fee based income, dan customer lifetime value.
Transaction Data & Customer Intelligence
Cross-Selling & Next Best Offer
Case Study