Anti-Fraud Culture: Membangun Budaya Integritas dan Zero Fraud di Lingkungan Perbankan

Anti-Fraud Culture: Membangun Budaya Integritas dan Zero Fraud di Lingkungan Perbankan

Anti-Fraud Culture: Membangun Budaya Integritas dan Zero Fraud di Lingkungan Perbankan

15 - 16 September 2026 Yogyakarta Hotel Ibis Style

Deskripsi

Fraud merupakan salah satu risiko yang dapat memberikan dampak signifikan terhadap industri perbankan, baik dari sisi kerugian finansial, risiko operasional, risiko hukum, maupun risiko reputasi. Pencegahan fraud tidak dapat hanya mengandalkan sistem pengendalian internal, audit, dan investigasi, tetapi juga memerlukan pembentukan budaya organisasi yang menjunjung tinggi integritas, etika, transparansi, dan kepatuhan.

Pelatihan Anti-Fraud Culture: Membangun Budaya Integritas dan Zero Fraud di Lingkungan Perbankan dirancang untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai pentingnya budaya anti-fraud sebagai bagian dari tata kelola dan manajemen risiko Bank. Peserta akan memahami bagaimana membangun lingkungan kerja yang mampu mencegah terjadinya fraud melalui penguatan nilai integritas, kepemimpinan yang beretika, kesadaran risiko, kepatuhan terhadap ketentuan, serta keberanian untuk melaporkan indikasi pelanggaran.

Pelatihan ini juga membahas berbagai faktor yang dapat mendorong terjadinya fraud, indikator atau red flags, peran pimpinan dan pegawai dalam pencegahan fraud, serta pentingnya penerapan mekanisme pelaporan pelanggaran. Dengan pendekatan berbasis budaya dan perilaku, pelatihan diharapkan dapat mendukung terciptanya lingkungan kerja yang sehat dan memiliki kesadaran bersama terhadap risiko fraud.

Pada akhir pelatihan, peserta diharapkan mampu memahami perannya dalam membangun budaya anti-fraud dan menerapkan prinsip integritas dalam aktivitas sehari-hari. Pelatihan ini juga memberikan pemahaman mengenai strategi penguatan budaya Zero Fraud sebagai komitmen bersama untuk mencegah, mendeteksi, melaporkan, dan menangani indikasi fraud di lingkungan perbankan.

Tujuan

  • Memahami konsep fraud dan risiko fraud di industri perbankan.
  • Memahami pentingnya budaya anti-fraud dalam organisasi.
  • Memahami faktor-faktor penyebab dan pendorong terjadinya fraud.
  • Mengenali indikator dan red flags fraud.
  • Memahami peran pimpinan dan pegawai dalam pencegahan fraud.
  • Menerapkan nilai integritas dan etika dalam lingkungan kerja.
  • Memahami pentingnya sistem pelaporan pelanggaran.
  • Mendukung terciptanya budaya Zero Fraud di lingkungan Bank.
  • Meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap risiko fraud.
  • Berkontribusi dalam penguatan tata kelola dan pengendalian internal Bank.

Materi

  • Konsep Dasar Fraud dalam Industri Perbankan
  • Pengertian fraud. 
  • Karakteristik fraud. 
  • Jenis-jenis fraud. 
  • Internal fraud dan external fraud. 
  • Fraud dalam kegiatan operasional perbankan. 
  • Dampak fraud terhadap Bank. 
  • Risiko keuangan, operasional, hukum, dan reputasi. 
  • Memahami Fraud Risk
  • Konsep risiko fraud. 
  • Sumber risiko fraud. 
  • Faktor internal dan eksternal. 
  • Area yang rentan terhadap fraud. 
  • Risiko fraud dalam proses bisnis. 
  • Fraud sebagai bagian dari risiko operasional. 
  • Fraud Triangle dan Faktor Pendorong Fraud
  • Konsep Fraud Triangle. 
  • Pressure atau tekanan. 
  • Opportunity atau kesempatan. 
  • Rationalization atau rasionalisasi. 
  • Faktor perilaku pelaku fraud. 
  • Perkembangan konsep penyebab fraud. 
  • Pentingnya mengurangi peluang terjadinya fraud. 
  • Mengenal Red Flags Fraud
  • Pengertian red flags. 
  • Indikator perilaku. 
  • Indikator transaksi. 
  • Indikator dokumen. 
  • Indikator operasional. 
  • Perubahan perilaku pegawai. 
  • Pola transaksi yang tidak wajar. 
  • Pentingnya deteksi dini. 
  • Konsep Anti-Fraud Culture
  • Pengertian budaya anti-fraud. 
  • Tujuan penerapan budaya anti-fraud. 
  • Hubungan budaya organisasi dan fraud. 
  • Integritas sebagai fondasi pencegahan fraud. 
  • Membangun kesadaran anti-fraud. 
  • Peran seluruh pegawai. 
  • Membangun Budaya Integritas
  • Pengertian integritas. 
  • Nilai-nilai integritas. 
  • Etika dalam lingkungan kerja. 
  • Kejujuran dan tanggung jawab. 
  • Profesionalisme. 
  • Transparansi. 
  • Akuntabilitas. 
  • Konsistensi antara nilai dan perilaku. 
  • Peran Pimpinan dalam Anti-Fraud Culture
  • Tone from the Top. 
  • Kepemimpinan yang berintegritas. 
  • Keteladanan pimpinan. 
  • Pengambilan keputusan yang etis. 
  • Membangun lingkungan kerja yang terbuka. 
  • Mendorong kepatuhan dan integritas. 
  • Pengawasan oleh pimpinan. 
  • Peran Pegawai dalam Pencegahan Fraud
  • Tanggung jawab individu. 
  • Kepatuhan terhadap SOP. 
  • Kepatuhan terhadap kebijakan Bank. 
  • Menjaga independensi. 
  • Menghindari benturan kepentingan. 
  • Menjaga kerahasiaan informasi. 
  • Melaporkan indikasi pelanggaran. 
  • Membangun kepedulian terhadap risiko fraud. 
  • Penguatan Pengendalian Internal
  • Peran pengendalian internal. 
  • Pemisahan fungsi dan kewenangan. 
  • Maker, Checker, Approver. 
  • Dual control. 
  • Monitoring. 
  • Dokumentasi. 
  • Otorisasi transaksi. 
  • Pengendalian akses. 
  • Whistleblowing System
  • Konsep Whistleblowing System. 
  • Pentingnya pelaporan pelanggaran. 
  • Jenis pelanggaran yang dapat dilaporkan. 
  • Mekanisme pelaporan. 
  • Kerahasiaan pelapor. 
  • Perlindungan pelapor. 
  • Budaya speak up. 
  • Tindak lanjut laporan. 
  • Strategi Pencegahan Fraud
  • Fraud prevention. 
  • Penguatan kebijakan dan SOP. 
  • Penguatan pengendalian internal. 
  • Peningkatan awareness. 
  • Fraud awareness program. 
  • Rotasi dan cuti. 
  • Monitoring aktivitas. 
  • Pengelolaan konflik kepentingan. 
  • Deteksi Dini Fraud
  • Konsep fraud detection. 
  • Early Warning Indicators. 
  • Monitoring transaksi. 
  • Analisis pola aktivitas. 
  • Identifikasi anomali. 
  • Pemanfaatan informasi. 
  • Pelaporan indikasi fraud. 
  • Komunikasi dan Fraud Awareness
  • Pentingnya komunikasi anti-fraud. 
  • Program sosialisasi. 
  • Kampanye budaya integritas. 
  • Fraud awareness. 
  • Media komunikasi internal. 
  • Edukasi pegawai. 
  • Membangun kesadaran secara berkelanjutan.
  • Zero Fraud Culture
  • Konsep Zero Fraud. 
  • Zero tolerance terhadap fraud. 
  • Komitmen organisasi. 
  • Pencegahan sebagai tanggung jawab bersama. 
  • Konsistensi penerapan aturan. 
  • Penegakan disiplin. 
  • Membangun lingkungan kerja berintegritas.
  • Peran Unit Kerja dalam Membangun Anti-Fraud Culture
  • Peran Manajemen. 
  • Peran Human Capital. 
  • Peran Manajemen Risiko. 
  • Peran Kepatuhan. 
  • Peran Audit Internal. 
  • Peran Anti-Fraud. 
  • Peran seluruh unit kerja. 
  • Penguatan Budaya Anti-Fraud Secara Berkelanjutan
  • Monitoring implementasi. 
  • Pengukuran tingkat awareness. 
  • Evaluasi budaya organisasi. 
  • Identifikasi kelemahan. 
  • Perbaikan berkelanjutan. 
  • Pengembangan program anti-fraud. 
  • Sustainability Anti-Fraud Culture.

Peserta

Divisi Anti Fraud

Divisi Financial Crime Prevention

Divisi Compliance

Divisi Risk Management

Divisi Internal Audit

Divisi Human Capital

Divisi Corporate Governance

Metode

• Pre Test 
• Presentasi Materi 
• Diskusi 
• Studi Kasus 
• Post Test 

Fasilitas

• Training Amenities 
• Peralatan Pelatihan (Tas, Hand Out, Block Note, Pulpen, Watermark) 
• Sertifikat 
• Souvenir 
• 2x Coffee Break, 1x Lunch

Kembali ke Layanan