Perubahan lingkungan bisnis perbankan yang semakin dinamis, meningkatnya kompleksitas regulasi, percepatan transformasi digital, penguatan pelindungan konsumen, perkembangan risiko fraud dan scam, serta pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) menuntut fungsi kepatuhan untuk bertransformasi dari pendekatan yang semata-mata berorientasi pada regulatory compliance menjadi fungsi yang mampu memberikan strategic value bagi organisasi. Fungsi Kepatuhan tidak lagi hanya bertugas mengidentifikasi pelanggaran dan memastikan pemenuhan ketentuan, tetapi perlu memahami arah bisnis, profil risiko, strategi pertumbuhan, inovasi produk dan layanan, serta dinamika perilaku nasabah. Dalam konteks perbankan, khususnya BPD, kemampuan tersebut semakin penting karena bank harus menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis, kualitas layanan, digitalisasi, tata kelola, perlindungan konsumen, dan prinsip kehati-hatian. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kompetensi fungsi kepatuhan agar mampu memberikan early warning, compliance advisory, regulatory insight, dan rekomendasi strategis yang dapat membantu manajemen mengambil keputusan bisnis secara lebih cepat, tepat, dan tetap berada dalam koridor regulasi.
Pelatihan Membangun Fungsi Kepatuhan sebagai Strategic Business Partner Perbankan dirancang untuk membekali peserta dengan perspektif dan keterampilan praktis dalam membangun fungsi kepatuhan yang lebih proaktif, risk-based, data-driven, dan berorientasi pada penciptaan nilai. Peserta akan mempelajari transformasi peran Compliance dari policing function menjadi strategic advisory function, penguatan compliance culture, compliance risk management, regulatory horizon scanning, compliance monitoring, conduct risk, consumer protection, hingga pemanfaatan data dan teknologi dalam mendukung pengawasan kepatuhan. Pelatihan juga membahas bagaimana fungsi Kepatuhan membangun kolaborasi strategis dengan Direksi, Risk Management, Internal Audit, Legal, Business Unit, Digital Banking, serta unit terkait lainnya tanpa mengurangi independensi fungsi kepatuhan. Melalui studi kasus, diskusi strategis, simulasi compliance advisory, analisis risiko, dan workshop penyusunan Strategic Compliance Business Partner Framework, peserta diharapkan mampu merancang pendekatan kepatuhan yang tidak hanya mencegah risiko dan pelanggaran, tetapi juga mendukung inovasi, pertumbuhan bisnis yang sehat, peningkatan kepercayaan nasabah, dan keberlanjutan kinerja perbankan.
Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu:
- Memahami transformasi fungsi Kepatuhan menjadi Strategic Business Partner.
- Mengidentifikasi dan mengelola risiko kepatuhan secara risk-based dan proaktif.
- Mengembangkan compliance advisory yang mendukung strategi dan pertumbuhan bisnis bank.
- Memperkuat compliance culture, conduct risk, dan consumer protection.
- Memanfaatkan data, teknologi, dan AI untuk compliance monitoring.
- Menyusun Strategic Compliance Business Partner Framework dan action plan implementasi..
Materi 1. Transformasi Fungsi Kepatuhan: From Compliance Policing to Strategic Business Partner
Sub Materi
- Evolusi fungsi Kepatuhan dalam industri perbankan.
- Perubahan paradigma dari rule-based compliance menuju risk-based compliance.
- Peran strategis Compliance dalam mendukung pertumbuhan bisnis.
- Perbedaan compliance control, compliance advisory, dan strategic compliance.
- Memahami strategi bisnis dan risk appetite bank dari perspektif Compliance.
- Peran Compliance dalam pengembangan produk dan layanan baru.
- Menjaga keseimbangan antara business growth dan regulatory compliance.
- Kompetensi dan karakteristik Strategic Compliance Business Partner.
Materi 2. Strategic Compliance Risk Management & Regulatory Intelligence
Sub Materi
- Identifikasi dan klasifikasi risiko kepatuhan.
- Penyusunan Compliance Risk Assessment (CRA).
- Integrasi Compliance Risk Assessment dengan Enterprise Risk Management.
- Risk-based compliance monitoring dan penentuan prioritas pengawasan.
- Regulatory Horizon Scanning untuk mengantisipasi perubahan regulasi.
- Regulatory impact analysis terhadap strategi dan aktivitas bisnis.
- Penyusunan regulatory inventory dan compliance obligation mapping.
- Pengembangan Compliance Early Warning System.
- Compliance risk reporting kepada manajemen dan Direksi.
Materi 3. Compliance Advisory, Conduct Risk & Consumer Protection
Sub Materi
- Peran Compliance sebagai strategic advisor bagi Business Unit.
- Teknik memberikan compliance advisory yang konstruktif dan berorientasi solusi.
- Compliance review terhadap produk, layanan, dan aktivitas bisnis.
- Conduct Risk Management dalam aktivitas perbankan.
- Fair treatment dan perlakuan yang adil terhadap nasabah.
- Transparansi informasi produk dan layanan.
- Pengelolaan pengaduan dan complaint escalation.
- Pelindungan data dan informasi nasabah.
- Integrasi Consumer Protection ke dalam business process.
- Mengubah isu kepatuhan menjadi rekomendasi perbaikan bisnis.
Materi 4. Compliance Culture, Governance & Three Lines Integration
Sub Materi
- Membangun Compliance Culture sebagai bagian dari budaya organisasi.
- Peran Direksi dan senior management dalam membangun budaya kepatuhan.
- Tone from the top dan tone from the middle.
- Integrasi Compliance dengan Three Lines Model.
- Pembagian peran Compliance, Risk Management, Internal Audit, dan Business Unit.
- Membangun first-line compliance ownership.
- Compliance awareness dan compliance communication.
- Pengukuran tingkat kematangan budaya kepatuhan.
- Pengembangan Compliance Culture Maturity Model.
- Strategi mengatasi compliance fatigue dan resistensi organisasi.
Materi 5. Digital Compliance, AI & Data-Driven Compliance Monitoring
Sub Materi
- Transformasi digital fungsi Kepatuhan.
- Konsep Data-Driven Compliance.
- Pemanfaatan data analytics dalam compliance monitoring.
- Pengembangan compliance dashboard dan key risk indicators.
- Continuous compliance monitoring.
- Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk regulatory monitoring.
- AI untuk identifikasi pola transaksi dan potensi pelanggaran.
- AI Governance & Responsible AI dari perspektif Compliance.
- Risiko model, bias, data quality, dan explainability.
- Cyber risk, data privacy, dan keamanan informasi sebagai bagian dari compliance oversight.
Materi 6. Workshop Strategic Compliance Business Partner Framework
Sub Materi
- Analisis kondisi dan tingkat kematangan fungsi Kepatuhan organisasi.
- Identifikasi compliance gap dan business compliance risk.
- Penyusunan Strategic Compliance Business Partner Framework.
- Penyusunan Compliance Advisory Framework.
- Penyusunan Compliance Risk Dashboard & Early Warning Indicators.
- Penentuan Key Compliance Priorities berdasarkan risiko dan strategi bisnis.
- Penyusunan mekanisme kolaborasi Compliance dengan Business Unit, Risk, Audit, dan Legal.
- Penyusunan Strategic Compliance Action Plan.
- Penetapan KPI dan indikator keberhasilan transformasi fungsi Kepatuhan.
- Presentasi hasil workshop, peer review, dan penyempurnaan action plan.
Divisi Compliance
Divisi Risk Management
Divisi Corporate Governance
Divisi Strategic Planning
Divisi Business Development
Divisi Legal
Divisi Internal Audit
• Pre Test
• Presentasi Materi
• Diskusi
• Studi Kasus
• Post Test
• Training Amenities
• Peralatan Pelatihan (Tas, Hand Out, Block Note, Pulpen, Watermark)
• Sertifikat
• Souvenir
• 2x Coffee Break, 1x Lunch