Training Need Analysis (TNA) merupakan tahapan fundamental dalam memastikan program pembelajaran dan pengembangan SDM benar-benar menjawab kebutuhan organisasi. TNA yang dilakukan secara tepat tidak hanya mengidentifikasi kesenjangan kompetensi pegawai, tetapi juga harus mampu menghubungkan kebutuhan pengembangan individu dengan tuntutan jabatan, target kinerja, perubahan bisnis, strategi organisasi, serta kebutuhan kompetensi masa depan. Dalam industri perbankan yang terus berkembang akibat transformasi digital, perubahan regulasi, dan peningkatan kompleksitas risiko, proses TNA perlu dilakukan secara sistematis, berbasis data, dan berorientasi pada kebutuhan bisnis.
Pelatihan ini membekali peserta dengan kemampuan advanced dalam melakukan Training Need Analysis berbasis kompetensi dan kebutuhan bisnis. Peserta akan mempelajari teknik competency gap analysis, performance gap analysis, organizational needs analysis, serta penggunaan berbagai sumber data untuk menentukan prioritas kebutuhan pelatihan. Selain itu, peserta akan dilatih menyusun TNA Matrix, training priority, learning intervention, dan learning roadmap yang dapat diterjemahkan menjadi program pengembangan kompetensi yang terukur dan relevan dengan strategi organisasi.
A. Advanced Training Need Analysis Framework
- Konsep dan tujuan TNA
- Peran TNA dalam Human Capital Management
- TNA sebagai penghubung antara strategi bisnis dan learning strategy
- Tiga level TNA: organizational, task, dan individual analysis
- Training needs vs non-training needs
- TNA framework untuk organisasi perbankan
B. Organizational & Business Needs Analysis
- Analisis strategi dan business objectives
- Identifikasi perubahan kebutuhan kompetensi
- Business challenges dan capability requirements
- Identifikasi critical roles dan critical competencies
- Analisis kebutuhan kompetensi akibat transformasi digital dan perubahan regulasi
- Menentukan strategic learning priorities
C. Competency Gap Analysis
- Competency framework dan competency dictionary
- Identifikasi required competency
- Assessment actual competency
- Teknik competency gap analysis
- Technical, behavioral, managerial, dan leadership competencies
- Penyusunan competency gap matrix
- Studi kasus competency mapping
D. Performance Gap Analysis
- Hubungan performance gap dan training needs
- Identifikasi root cause permasalahan kinerja
- Distinguishing training vs non-training intervention
- Analisis KPI dan performance appraisal sebagai sumber data TNA
- Identifikasi kebutuhan pengembangan berdasarkan performance review
E. TNA Data Collection & Assessment
- Sumber data TNA
- Interview, survey, observation, focus group discussion
- Analisis performance appraisal
- Competency assessment dan assessment center
- HRIS dan people data sebagai sumber TNA
- Teknik validasi kebutuhan pelatihan
F. Training Prioritization & Learning Intervention
- Menentukan training priority
- Analisis urgency, impact, dan competency gap
- Training priority matrix
- Menentukan metode learning intervention
- Training, coaching, mentoring, job assignment, dan blended learning
- Menentukan target peserta dan learning objectives
G. TNA Matrix & Learning Roadmap
- Teknik menyusun TNA Matrix
- Penyusunan annual training needs
- Competency-based learning roadmap
- Penyusunan learning calendar
- Integrasi TNA dengan talent management dan career development
- Penyusunan rekomendasi anggaran pelatihan
H. Case Study