Lingkungan bisnis perbankan yang semakin dinamis menuntut bank memiliki kemampuan untuk mengantisipasi dampak berbagai kondisi ekstrem sebelum risiko tersebut berkembang menjadi krisis. Perubahan suku bunga, volatilitas nilai tukar, perlambatan ekonomi, peningkatan kredit bermasalah, tekanan likuiditas, perubahan harga aset, risiko pasar, gangguan operasional, serangan siber, hingga perubahan kondisi geopolitik dapat memberikan dampak yang saling berkaitan terhadap kualitas aset, profitabilitas, likuiditas, dan permodalan bank. Dalam kondisi tersebut, Stress Testing and Scenario Analysis menjadi instrumen penting dalam kerangka manajemen risiko karena membantu bank mengukur ketahanan terhadap berbagai adverse scenarios, mengidentifikasi potensi kerentanan, serta menentukan langkah mitigasi secara lebih dini. Stress testing tidak hanya berfungsi sebagai proses pemenuhan kebutuhan regulasi, tetapi juga dapat menjadi alat strategis bagi manajemen dalam menentukan risk appetite, perencanaan modal dan likuiditas, strategi bisnis, serta kesiapan menghadapi kondisi pasar yang penuh ketidakpastian.
Pelatihan Stress Testing and Scenario Analysis untuk Meningkatkan Risk Preparedness Perbankan dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif sekaligus kemampuan praktis dalam membangun dan menerapkan stress testing framework yang terintegrasi dengan manajemen risiko dan pengambilan keputusan. Peserta akan mempelajari konsep dan metodologi stress testing, penyusunan baseline dan adverse scenarios, identifikasi risk drivers, sensitivity analysis, reverse stress testing, serta pengukuran dampak terhadap risiko kredit, pasar, likuiditas, profitabilitas, dan permodalan. Pelatihan juga membahas bagaimana hasil stress testing diterjemahkan menjadi Risk Mitigation Action Plan, early warning indicators, serta strategi respons manajemen. Melalui studi kasus, simulasi skenario, analisis data, stress testing exercise, dan workshop, peserta diharapkan mampu membangun pendekatan stress testing yang lebih forward-looking dan menghasilkan Risk Preparedness Framework yang dapat mendukung ketahanan serta kesinambungan bisnis perbankan.
Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan dapat:
Materi 1. Stress Testing Framework dalam Manajemen Risiko Perbankan
Sub Materi
Materi 2. Scenario Design dan Risk Drivers Analysis
Sub Materi
Materi 3. Credit Risk Stress Testing dan Asset Quality
Sub Materi
Materi 4. Market Risk dan Liquidity Stress Testing
Sub Materi
Materi 5. Capital, Profitability dan Reverse Stress Testing
Sub Materi
Materi 6. Workshop Integrated Stress Testing dan Risk Preparedness
Sub Materi