Dinamika industri perbankan yang semakin kompleks menuntut bank memiliki kemampuan untuk mendeteksi potensi risiko sejak tahap awal sebelum berkembang menjadi permasalahan yang berdampak material terhadap kualitas aset, profitabilitas, likuiditas, permodalan, maupun keberlangsungan operasional. Pendekatan manajemen risiko yang hanya mengandalkan laporan historis dan respons setelah risiko terjadi semakin kurang memadai menghadapi perubahan ekonomi, volatilitas pasar, digitalisasi, cyber risk, perubahan perilaku nasabah, serta munculnya berbagai emerging risks. Dalam konteks tersebut, Early Warning Risk Management menjadi komponen penting dalam membangun sistem manajemen risiko yang proaktif melalui pemanfaatan early warning indicators, risk triggers, analisis tren, risk appetite thresholds, dan data-driven monitoring. Kemampuan mendeteksi sinyal risiko secara dini memungkinkan bank mengambil tindakan preventif sebelum risiko berkembang menjadi kredit bermasalah, tekanan likuiditas, kerugian pasar, fraud, gangguan operasional, maupun krisis yang lebih luas.
Pelatihan Early Warning Risk Management untuk Mendeteksi Risiko Perbankan Secara Proaktif dirancang untuk membekali peserta dengan kemampuan membangun dan mengimplementasikan sistem early warning yang terintegrasi dengan Enterprise Risk Management dan proses pengambilan keputusan. Peserta akan mempelajari konsep Early Warning System (EWS), identifikasi risk drivers, penyusunan Key Risk Indicators (KRI), threshold and trigger mechanism, analisis data dan tren, risk scoring, serta pengembangan dashboard risiko. Pembahasan mencakup penerapan early warning pada risiko kredit, likuiditas, pasar, operasional, fraud, digital, dan emerging risks, termasuk mekanisme eskalasi dan penyusunan tindakan preventif. Melalui studi kasus, analisis indikator, simulasi risk scoring, pengembangan risk dashboard, dan workshop, peserta diharapkan mampu membangun sistem deteksi risiko yang lebih cepat, akurat, dan actionable serta menghasilkan Early Warning Risk Management Framework yang dapat mendukung peningkatan risk preparedness dan banking resilience.
Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan dapat:
Materi 1. Early Warning Risk Management Framework
Sub Materi
Materi 2. Risk Indicators dan Key Risk Indicators
Sub Materi
Materi 3. Early Warning System untuk Credit & Asset Quality
Sub Materi
Materi 4. Early Warning untuk Liquidity, Market & Financial Risk
Sub Materi
Materi 5. Operational, Fraud, Digital & Emerging Risk Early Warning
Sub Materi
Materi 6. Workshop Early Warning System & Preventive Risk Action
Sub Materi