Ketergantungan industri perbankan terhadap teknologi pihak ketiga semakin meningkat seiring dengan percepatan transformasi digital, penggunaan cloud computing, Software as a Service (SaaS), managed services, fintech, payment ecosystem, data center, serta berbagai penyedia teknologi lainnya. Ketergantungan tersebut memberikan manfaat dari sisi efisiensi dan inovasi, namun sekaligus menciptakan risiko baru yang dapat berdampak langsung terhadap operasional dan keberlangsungan layanan bank. Gangguan pada vendor, kegagalan layanan teknologi, cyber incident, kebocoran data, kelemahan pengendalian keamanan, ketidakmampuan memenuhi Service Level Agreement (SLA), hingga ketergantungan berlebihan pada satu penyedia dapat menjadi sumber Third Party Technology Risk. Oleh karena itu, bank perlu membangun mekanisme pengelolaan risiko pihak ketiga secara menyeluruh, mulai dari proses vendor selection, due diligence, kontrak, monitoring, hingga exit strategy, dengan memperhatikan prinsip tata kelola, manajemen risiko, keamanan siber, dan ketahanan operasional.
Pelatihan Third Party Technology Risk Management untuk Memperkuat Digital Resilience Perbankan dirancang untuk membekali peserta dengan kemampuan membangun kerangka pengelolaan risiko teknologi pihak ketiga yang terintegrasi dengan Digital Resilience. Peserta akan mempelajari third-party risk governance, vendor risk assessment, technology due diligence, cybersecurity assessment, pengelolaan risiko cloud dan outsourcing, SLA dan contractual risk, continuous monitoring, concentration risk, hingga business continuity dan exit management. Pembahasan juga diarahkan pada kemampuan mengidentifikasi layanan dan vendor yang kritikal serta mengukur dampaknya terhadap operasional bank. Melalui studi kasus, vendor assessment, simulasi risk scoring, tabletop exercise, dan workshop, peserta diharapkan mampu membangun sistem pengendalian pihak ketiga yang lebih proaktif sehingga bank tetap mampu mempertahankan layanan kritikal ketika terjadi gangguan, kegagalan vendor, maupun insiden teknologi.
Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan dapat:
Materi 1. Third Party Technology Risk & Digital Resilience Framework
Sub Materi
Materi 2. Vendor Due Diligence & Technology Risk Assessment
Sub Materi
Materi 3. Cybersecurity, Data & Cloud Third Party Risk
Sub Materi
Materi 4. Contract, SLA & Vendor Governance
Sub Materi
Materi 5. Continuous Monitoring, Incident Response & Operational Resilience
Sub Materi
Materi 6. Workshop Third Party Technology Risk & Exit Strategy
Sub Materi