Advanced Cybersecurity Management untuk Memperkuat Digital Resilience Perbankan

Advanced Cybersecurity Management untuk Memperkuat Digital Resilience Perbankan

Advanced Cybersecurity Management untuk Memperkuat Digital Resilience Perbankan

14 - 15 September 2026 Yogyakarta Hotel Ibis Styles

Deskripsi

Transformasi digital perbankan telah meningkatkan efisiensi, kecepatan layanan, dan konektivitas ekosistem keuangan, namun pada saat yang sama memperluas attack surface dan kompleksitas risiko teknologi. Bank kini menghadapi ancaman yang semakin beragam, mulai dari ransomware, phishing dan social engineering, account takeover, malware, data breach, credential compromise, serangan terhadap aplikasi dan API, hingga risiko yang berasal dari ketergantungan terhadap cloud service provider, fintech, payment ecosystem, dan pihak ketiga lainnya. Dalam kondisi tersebut, keamanan siber tidak lagi dapat dipandang sebagai tanggung jawab eksklusif unit IT atau cybersecurity, tetapi harus menjadi bagian dari tata kelola, manajemen risiko, business continuity, pelindungan data, dan strategi keberlangsungan bisnis bank. Penguatan Digital Resilience menjadi semakin penting agar bank tidak hanya mampu mencegah serangan, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mendeteksi secara cepat, merespons secara terkoordinasi, mempertahankan layanan kritikal, serta memulihkan operasional dan kepercayaan nasabah setelah terjadi insiden.

Pelatihan Advanced Cybersecurity Management untuk Memperkuat Digital Resilience Perbankan dirancang untuk memberikan pemahaman strategis sekaligus kemampuan praktis dalam membangun cybersecurity management yang terintegrasi dengan digital resilience. Peserta akan mempelajari cybersecurity governance, cyber risk assessment, threat intelligence, security monitoring, incident response, cyber crisis management, business continuity, third-party cyber risk, serta penguatan security maturity. Pembahasan juga diarahkan pada perkembangan teknologi seperti AI dan otomatisasi dalam cybersecurity, dengan tetap mempertimbangkan aspek governance dan pengendalian risiko; OJK sendiri telah menerbitkan panduan tata kelola AI perbankan yang menekankan penerapan AI secara bertanggung jawab dan berbasis manajemen risiko. Melalui studi kasus, simulasi cyber incident, risk assessment, tabletop exercise, dan workshop, peserta diharapkan mampu membangun strategi cybersecurity yang lebih adaptif serta menghasilkan Digital Resilience Improvement Roadmap yang dapat mendukung keberlangsungan layanan dan ketahanan operasional bank.

Tujuan

Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan dapat:

  • Memahami konsep Cybersecurity Management & Digital Resilience perbankan.
  • Mengidentifikasi dan menilai risiko serta ancaman siber secara berbasis risiko.
  • Memperkuat governance, monitoring, dan kontrol keamanan siber.
  • Meningkatkan kemampuan incident response dan cyber crisis management.
  • Mengelola risiko siber dari pihak ketiga dan ekosistem digital.
  • Menyusun Digital Resilience Improvement Roadmap.

Materi

Materi 1. Cybersecurity Governance & Digital Resilience Framework

Sub Materi

  • Evolusi Cybersecurity Management dalam industri perbankan.
  • Konsep dan prinsip Digital Resilience.
  • Cybersecurity governance dan peran manajemen.
  • Integrasi cybersecurity dengan IT risk, operational risk, dan BCM.
  • Cybersecurity accountability dan security culture.
  • Cybersecurity Maturity & Resilience Assessment.

Materi 2. Cyber Risk Assessment & Threat Intelligence

Sub Materi

  • Identifikasi aset, ancaman, dan kerentanan kritikal.
  • Cyber Risk Assessment berbasis risiko dan materialitas.
  • Threat intelligence dan threat landscape perbankan.
  • Identifikasi attack vectors dan attack surface.
  • Prioritas mitigasi berdasarkan tingkat risiko.
  • Penyusunan Cyber Risk Register & Risk Treatment Plan.

Materi 3. Advanced Security Monitoring, Detection & Prevention

Sub Materi

  • Strategi security monitoring dan continuous monitoring.
  • Security Operations Center (SOC) dan Security Information and Event Management (SIEM).
  • Deteksi anomali dan cyber threat indicators.
  • Endpoint, network, application, dan API security.
  • Vulnerability management dan penetration testing.
  • Pemanfaatan AI dan automation untuk mendukung deteksi ancaman.

Materi 4. Cyber Incident Response & Crisis Management

Sub Materi

  • Cyber Incident Response Framework.
  • Klasifikasi dan eskalasi insiden siber.
  • Teknik containment, eradication, dan recovery.
  • Digital forensics dan pengamanan bukti insiden.
  • Cyber crisis communication dan koordinasi internal-eksternal.
  • Post-incident review dan lessons learned.

Materi 5. Third-Party Cyber Risk & Operational Resilience

Sub Materi

  • Risiko cybersecurity dari vendor, cloud, fintech, dan technology partners.
  • Third-Party Cyber Risk Assessment.
  • Pengendalian keamanan dalam outsourcing dan cloud services.
  • Dependency mapping dan identifikasi layanan kritikal.
  • Integrasi cyber incident response dengan Business Continuity Management.
  • Strategi menjaga layanan kritikal selama gangguan siber.

Materi 6. Workshop Cyber Resilience Strategy & Maturity Improvement

Sub Materi

  • Analisis studi kasus serangan siber terhadap bank.
  • Simulasi Cyber Incident Tabletop Exercise.
  • Penyusunan cyber risk assessment dan prioritas mitigasi.
  • Evaluasi cybersecurity maturity dan resilience gap.
  • Penyusunan Cyber Incident Response Improvement Plan.
  • Penyusunan Digital Resilience Improvement Roadmap.

Peserta

  • Information Security / Cyber Security
  • Information Technology (IT)
  • IT Risk Management
  • Digital Banking / Digital Transformation
  • Risk Management

Metode

  • Pre-test
  • Presentasi Materi
  • Diskusi
  • Studi Kasus
  • Post-test

Fasilitas

  • Training Amenities
  • Peralatan Pelatihan (Tas, Hand Out, Block Note, Pulpen, Watermark)
  • Sertifikat 
  • Souvenir
  • 2x Coffee Break, 1x Lunch
Kembali ke Layanan