Pergerakan nilai tukar Rupiah terhadap mata uang utama dunia, khususnya Dolar Amerika Serikat (USD) dan Yuan Tiongkok (CNY), semakin dipengaruhi oleh dinamika global yang kompleks, mulai dari kebijakan suku bunga negara maju, ketegangan geopolitik, perubahan arus perdagangan internasional, hingga pergeseran rantai pasok global. Kebijakan moneter yang ditetapkan oleh Federal Reserve sering kali memicu penguatan atau pelemahan USD secara signifikan, yang berdampak langsung pada stabilitas nilai tukar Rupiah. Di sisi lain, meningkatnya peran Tiongkok dalam perdagangan Indonesia membuat eksposur terhadap CNY juga semakin relevan, terutama dalam transaksi impor, pembiayaan perdagangan, dan investasi bilateral. Kondisi ini menyebabkan fluktuasi nilai tukar yang dapat berdampak pada neraca bank, kewajiban valas, profitabilitas, serta risiko pasar secara keseluruhan.
Sebagai otoritas moneter, Bank Indonesia memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas Rupiah melalui kebijakan suku bunga, intervensi pasar valas, serta pengaturan likuiditas domestik. Namun demikian, volatilitas tetap tidak dapat sepenuhnya dihindari, terutama dalam kondisi tekanan global yang tinggi. Oleh karena itu, Divisi Treasury perlu memiliki strategi mitigasi risiko nilai tukar yang komprehensif dan terukur, mencakup identifikasi eksposur, penggunaan instrumen lindung nilai, pengelolaan posisi devisa neto (PDN), serta integrasi manajemen risiko ke dalam kerangka Asset & Liability Management (ALMA). Pelatihan ini dirancang untuk memperkuat kemampuan analitis dan teknis peserta dalam mengelola volatilitas Rupiah terhadap USD dan CNY secara proaktif guna menjaga stabilitas likuiditas dan kinerja keuangan bank.
Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu:
Hari 1 – Pemahaman Risiko dan Eksposur Nilai Tukar
1. Dinamika Nilai Tukar Rupiah terhadap USD dan CNY
2. Kebijakan Stabilitas Nilai Tukar di Indonesia
3. Identifikasi dan Pengukuran Eksposur Valuta Asing
4. Dampak Volatilitas terhadap Neraca Bank
Hari 2 – Strategi Mitigasi & Implementasi
5. Strategi Mitigasi Risiko Nilai Tukar
6. Penggunaan Instrumen Derivatif
7. Integrasi dalam Kerangka ALMA & Treasury Strategy
8. Studi Kasus & Simulasi
9. Penyusunan Action Plan