Peran Corporate Secretary telah berkembang menjadi fungsi strategis yang tidak hanya bertanggung jawab terhadap administrasi perusahaan, tetapi juga menjadi penghubung utama antara Direksi, Dewan Komisaris, regulator, pemegang saham, investor, media, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya. Di tengah meningkatnya tuntutan terhadap transparansi, akuntabilitas, tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG), kepatuhan terhadap regulasi, serta transformasi digital di sektor perbankan, Corporate Secretary dituntut memiliki kompetensi yang lebih komprehensif dalam mendukung efektivitas pengambilan keputusan, pengelolaan komunikasi korporat, keterbukaan informasi, serta penguatan reputasi perusahaan. Selain memastikan kepatuhan terhadap ketentuan regulator, Corporate Secretary juga memiliki peran penting dalam mengoordinasikan implementasi GCG, memfasilitasi penyelenggaraan organ perusahaan, mengelola hubungan dengan regulator dan pemegang saham, serta membangun komunikasi yang efektif dengan seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga kepercayaan publik terhadap institusi perbankan.
Pelatihan ini dirancang untuk membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan praktis mengenai penerapan fungsi Corporate Secretary yang modern, strategis, dan bernilai tambah sesuai praktik terbaik industri perbankan. Peserta akan mempelajari implementasi prinsip-prinsip GCG, pengelolaan kepatuhan korporasi, penyelenggaraan rapat Direksi, Dewan Komisaris, dan RUPS, pengelolaan keterbukaan informasi, strategi stakeholder engagement, hingga penguatan komunikasi korporat dalam menghadapi berbagai isu strategis dan risiko reputasi. Melalui kombinasi pembahasan konsep, studi kasus, simulasi, dan diskusi interaktif, pelatihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan peserta dalam mendukung tata kelola perusahaan yang efektif, memperkuat sinergi antarorgan perusahaan, membangun hubungan yang produktif dengan regulator dan pemangku kepentingan, serta meningkatkan kontribusi Corporate Secretary sebagai strategic business partner dalam mendukung keberlanjutan dan daya saing organisasi.
Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu:
- Memahami peran strategis Corporate Secretary dalam mendukung penerapan Good Corporate Governance (GCG) di industri perbankan.
- Meningkatkan pemahaman mengenai aspek kepatuhan korporasi, keterbukaan informasi, dan tata kelola perusahaan sesuai praktik terbaik.
- Mengembangkan kemampuan dalam mengelola hubungan dengan regulator, pemegang saham, investor, media, dan pemangku kepentingan lainnya.
- Meningkatkan kompetensi dalam mendukung efektivitas penyelenggaraan organ perusahaan, termasuk Direksi, Dewan Komisaris, dan RUPS.
- Memahami strategi komunikasi korporat dan pengelolaan isu yang berdampak terhadap reputasi perusahaan.
- Meningkatkan kemampuan menyusun program stakeholder engagement yang mendukung pencapaian tujuan strategis perusahaan.
Materi 1. Strategic Role of Corporate Secretary dalam Tata Kelola Perusahaan
Sub Materi:
- Evolusi peran Corporate Secretary di industri perbankan.
- Tugas, fungsi, dan tanggung jawab Corporate Secretary.
- Implementasi Good Corporate Governance (GCG).
- Hubungan Corporate Secretary dengan Direksi, Dewan Komisaris, dan Komite.
- Peran Corporate Secretary sebagai strategic business partner.
Materi 2. Corporate Governance, Compliance & Regulatory Framework
Sub Materi:
- Prinsip-prinsip Good Corporate Governance.
- Regulasi OJK dan Bank Indonesia yang berkaitan dengan Corporate Secretary.
- Keterbukaan informasi dan transparansi perusahaan.
- Pengelolaan kepatuhan korporasi.
- Dokumentasi dan tata kelola kebijakan perusahaan.
- Pengawasan implementasi GCG dan budaya kepatuhan.
Materi 3. Corporate Meeting Management & Corporate Documentation
Sub Materi:
- Perencanaan dan penyelenggaraan rapat Direksi dan Dewan Komisaris.
- Tata kelola Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
- Penyusunan agenda, risalah rapat, dan tindak lanjut keputusan.
- Pengelolaan dokumen korporasi dan arsip perusahaan.
- Penggunaan teknologi digital dalam administrasi Corporate Secretary.
Materi 4. Stakeholder Engagement & Corporate Communication
Sub Materi:
- Identifikasi dan pemetaan stakeholder.
- Strategi membangun hubungan dengan regulator, pemegang saham, investor, pemerintah daerah, dan media.
- Teknik komunikasi korporat yang efektif.
- Pengelolaan ekspektasi dan kepercayaan pemangku kepentingan.
- Penyusunan program stakeholder engagement.
- Evaluasi efektivitas komunikasi dan hubungan pemangku kepentingan.
Materi 5. Reputation Management & Crisis Communication
Sub Materi:
- Identifikasi risiko reputasi di industri perbankan.
- Strategi komunikasi dalam menghadapi isu dan krisis.
- Koordinasi Corporate Secretary dengan Humas, Kepatuhan, Manajemen Risiko, dan Direksi.
- Penanganan komunikasi dengan regulator dan media.
- Penyusunan crisis communication plan.
- Studi kasus pengelolaan reputasi perusahaan.
Materi 6. Workshop Best Practice Corporate Secretary
Sub Materi:
- Studi kasus implementasi GCG di industri perbankan.
- Simulasi penyusunan kalender kerja Corporate Secretary.
- Simulasi penyelenggaraan rapat Direksi, Dewan Komisaris, dan RUPS.
- Penyusunan stakeholder engagement plan.
- Simulasi penanganan isu strategis dan komunikasi krisis.
- Penyusunan rencana aksi (action plan) penerapan Corporate Secretary Excellence di organisasi.