Enterprise Risk Management (ERM) telah menjadi salah satu pilar utama dalam menjaga ketahanan, stabilitas, dan keberlanjutan industri perbankan di tengah dinamika ekonomi, perkembangan teknologi digital, perubahan regulasi, serta meningkatnya ekspektasi pemangku kepentingan. Penerapan ERM yang efektif memungkinkan bank untuk mengidentifikasi, mengukur, memantau, dan mengendalikan berbagai jenis risiko secara terintegrasi, sehingga pengambilan keputusan bisnis dapat dilakukan dengan mempertimbangkan keseimbangan antara risiko dan peluang. Selain memenuhi ketentuan regulator, ERM juga berperan sebagai instrumen strategis dalam mendukung pencapaian sasaran bisnis dan peningkatan nilai perusahaan.
Pelatihan ini dirancang untuk membekali peserta dengan pemahaman komprehensif mengenai implementasi Advanced Enterprise Risk Management (ERM) pada industri perbankan, mulai dari penyusunan kerangka kerja ERM, penetapan risk appetite, pengelolaan risiko secara terintegrasi, hingga pemanfaatan Key Risk Indicators (KRI), Risk Dashboard, stress testing, dan pelaporan risiko kepada manajemen. Melalui pembahasan studi kasus dan praktik terbaik (best practices), peserta akan mampu memperkuat tata kelola risiko, meningkatkan kualitas pengambilan keputusan berbasis risiko, serta membangun budaya risiko (risk culture) yang mendukung pertumbuhan bisnis bank secara sehat dan berkelanjutan.
1. Konsep dan Framework Enterprise Risk Management (ERM)
2. Regulasi Manajemen Risiko Perbankan
3. Enterprise Risk Identification & Assessment
4. Risk Appetite Framework
5. Pengelolaan Risiko Terintegrasi
6. Risk Monitoring & Key Risk Indicators (KRI)
7. Stress Testing & Scenario Analysis
8. Risk Reporting & Risk Communication
9. Membangun Risk Culture di Perbankan