Risiko operasional dan risiko fraud merupakan dua jenis risiko yang memiliki dampak signifikan terhadap kelangsungan operasional, reputasi, dan kinerja keuangan bank. Perkembangan digitalisasi layanan, kompleksitas proses bisnis, serta meningkatnya ancaman fraud internal maupun eksternal menuntut bank untuk memperkuat kerangka manajemen risiko operasional melalui pengendalian internal yang efektif, sistem deteksi dini, serta budaya sadar risiko yang diterapkan secara konsisten di seluruh unit kerja.
Pelatihan Operational Risk & Fraud Risk Management dirancang untuk meningkatkan kompetensi peserta dalam mengidentifikasi, mengukur, memantau, dan mengendalikan risiko operasional serta potensi fraud sesuai dengan praktik terbaik industri perbankan. Peserta akan mempelajari penerapan Risk and Control Self Assessment (RCSA), Key Risk Indicator (KRI), Loss Event Database (LED), Fraud Risk Assessment (FRA), teknik investigasi awal, serta penyusunan strategi mitigasi risiko guna meningkatkan efektivitas sistem pengendalian internal.