Pemilihan supplier yang tepat merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam proses pengadaan barang. Kriteria pemilihan supplier tidak hanya difokuskan pada biaya yang paling murah, namun juga pada beberapa kriteria lain yang mendukung tercapainya tujuanpengadaan. Dalam pandangan sistem pengadaan modern, supplier dipandang sebagai mitra kerja yang turut berpartisipasi dalam pencapaian tujuan perusahaan.Tugas bagian pengadaan adalah melakukan penilaian kinerja supplier (Supplier Performance Assessment) secara objective dan komprehensif dengan mempertimbangkan semua kriteriayang relevan.
Salah satu kriteria yang secara mendalam akan dibahas adalah konsep Total Cost of Ownership (sering juga disebut Lyfe cycle cost analysis) dalam pemilihan supplier. Total Cost of Ownership merupakan analisis ekonomi dari sebuah alat (equipment) atau fasilitas dengan mempertimbangkan semua biaya yang muncul selama umur hidup kepemilikan dari alat/equipment tersebut,tidak hanya harga beli tetapi juga biaya pemeliharaan, penggantian, biaya disposal dll. Total cost of ownership menjadi konsep penting karena dalam pemilihan supplier biasanya yang dipakai sebagai kriteria utama adalah harga beli (purchasing cost) yang pada kenyataannya hanya merupakan bagian dari total biaya sebuah alat/equipment.
Dengan kata lain dapat dinyatakan bahwa harga penawaran yang murah dari supplier belum tentu merupakan pilihan terbaik bila dilihat dari keseluruhan biaya yang harus ditanggung oleh pembeli.