Ketahanan Operasional Digital pada Industri Perbankan

Ketahanan Operasional Digital pada Industri Perbankan

Ketahanan Operasional Digital pada Industri Perbankan

04 - 05 August 2026 Jakarta hotel asyana kemayoran

Deskripsi

Transformasi digital telah mengubah cara industri perbankan menjalankan operasional, mulai dari layanan berbasis mobile dan internet banking, integrasi API, cloud computing, artificial intelligence (AI), hingga pemanfaatan ekosistem digital yang saling terhubung. Di balik berbagai inovasi tersebut, muncul tantangan baru berupa meningkatnya risiko gangguan operasional, serangan siber, kegagalan sistem, gangguan pada penyedia layanan pihak ketiga (third-party service providers), serta ancaman terhadap keamanan data dan kontinuitas layanan. Ketahanan operasional digital (Digital Operational Resilience) menjadi kemampuan strategis yang harus dimiliki setiap bank agar mampu mengantisipasi, merespons, memulihkan, dan beradaptasi terhadap berbagai gangguan tanpa mengurangi kualitas layanan kepada nasabah maupun melanggar ketentuan regulator. Oleh karena itu, penguatan tata kelola, pengendalian risiko teknologi informasi, kesiapan infrastruktur digital, dan koordinasi lintas fungsi menjadi fondasi penting dalam membangun operasional yang tangguh.

Pelatihan Ketahanan Operasional Digital pada Industri Perbankan dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai konsep, kerangka kerja, serta implementasi Digital Operational Resilience pada industri perbankan. Peserta akan mempelajari strategi membangun ketahanan operasional melalui penguatan tata kelola TI, manajemen risiko operasional digital, pengelolaan insiden siber, business continuity management (BCM), disaster recovery planning (DRP), pengelolaan risiko pihak ketiga, hingga pemanfaatan indikator kinerja dan pengujian ketahanan operasional. Selain membahas aspek regulasi dan praktik terbaik internasional, pelatihan ini juga dilengkapi dengan studi kasus, simulasi penanganan insiden, serta workshop penyusunan Digital Operational Resilience Roadmap yang dapat diterapkan di lingkungan kerja untuk meningkatkan keandalan layanan digital bank. 

Tujuan

Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu:

  1. Memahami konsep dan kerangka kerja Digital Operational Resilience pada industri perbankan.
  2. Mengidentifikasi risiko operasional digital yang dapat memengaruhi keberlangsungan layanan perbankan.
  3. Menerapkan tata kelola dan pengendalian risiko teknologi informasi untuk meningkatkan ketahanan operasional.
  4. Menyusun strategi penanganan insiden, business continuity, dan disaster recovery secara efektif.
  5. Mengelola risiko yang berasal dari pihak ketiga, cloud computing, dan ekosistem digital.
  6. Menyusun Digital Operational Resilience Roadmap sebagai strategi peningkatan ketahanan operasional bank secara berkelanjutan.

Materi

Materi 1. Fundamental Digital Operational Resilience

Sub Materi

  • Konsep dan prinsip ketahanan operasional digital.
  • Perkembangan risiko operasional pada era digital banking.
  • Hubungan antara digital resilience, operational resilience, dan cyber resilience.
  • Peran tata kelola dalam membangun ketahanan operasional.
  • Regulasi dan praktik terbaik nasional maupun internasional.
  • Peran manajemen, TI, risiko, operasional, dan kepatuhan dalam membangun ketahanan digital.

Materi 2. Digital Risk Management & Critical Service Mapping

Sub Materi

  • Identifikasi layanan bisnis kritikal (critical business services).
  • Pemetaan proses bisnis dan ketergantungan teknologi.
  • Identifikasi risiko operasional digital.
  • Risk assessment terhadap infrastruktur TI dan aplikasi.
  • Penentuan risk appetite dan risk tolerance operasional digital.
  • Penyusunan strategi mitigasi risiko.

Materi 3. Cyber Incident Response & Technology Resilience

Sub Materi

  • Jenis gangguan operasional digital dan serangan siber.
  • Incident management lifecycle.
  • Proses deteksi, respons, eskalasi, dan pemulihan insiden.
  • Integrasi Security Operation Center (SOC) dan Incident Response Team.
  • Monitoring infrastruktur TI secara real-time.
  • Simulasi penanganan insiden operasional digital.

Materi 4. Business Continuity Management (BCM) & Disaster Recovery Planning (DRP)

Sub Materi

  • Penyusunan Business Continuity Plan (BCP).
  • Disaster Recovery Plan (DRP) untuk sistem perbankan.
  • Business Impact Analysis (BIA).
  • Penentuan Recovery Time Objective (RTO) dan Recovery Point Objective (RPO).
  • Crisis management dan komunikasi saat terjadi gangguan.
  • Pengujian dan evaluasi efektivitas BCP dan DRP.

Materi 5. Third-Party Risk Management & Digital Ecosystem Resilience

Sub Materi

  • Risiko penggunaan cloud computing dan layanan digital pihak ketiga.
  • Vendor risk management.
  • Pengelolaan risiko API, fintech partnership, dan outsourcing TI.
  • Due diligence penyedia layanan digital.
  • Monitoring Service Level Agreement (SLA).
  • Strategi membangun ketahanan ekosistem digital.

Materi 6. Digital Operational Resilience Assessment & Roadmap Workshop

Sub Materi

  • Penyusunan indikator ketahanan operasional digital.
  • Pengukuran tingkat kematangan (maturity assessment).
  • Penyusunan dashboard monitoring resilience.
  • Analisis studi kasus gangguan operasional digital pada industri perbankan.
  • Penyusunan Digital Operational Resilience Roadmap.
  • Presentasi hasil workshop dan rencana implementasi di unit kerja.

Peserta

Divisi Digital Banking

Divisi Information Technology (IT)

Divisi Business Continuity Management (BCM)

Divisi Risk Management

Divisi Information Security

Divisi Operations

Divisi Compliance

Metode

• Pre Test 
• Presentasi Materi 
• Diskusi 
• Studi Kasus 
• Post Test 

Fasilitas


• Training Amenities 
• Peralatan Pelatihan (Tas, Hand Out, Flashdisk, Block Note, Pulpen, Watermark) 
• Sertifikat 
• Souvenir 
• 2x Coffee Break, 1x Lunch

Kembali ke Layanan