Ketidakpastian ekonomi global, perubahan kebijakan moneter, disrupsi teknologi, serta dinamika berbagai sektor industri telah meningkatkan kompleksitas dalam proses analisis risiko kredit. Di tengah kondisi tersebut, analis kredit tidak lagi cukup mengandalkan pendekatan konvensional berbasis agunan dan laporan keuangan, tetapi juga dituntut mampu melakukan analisis yang lebih komprehensif dengan mempertimbangkan proyeksi arus kas, prospek industri, risiko makroekonomi, serta perilaku debitur.
Pelatihan ini memberikan pemahaman mendalam mengenai teknik Advanced Credit Risk Analysis yang mengintegrasikan pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan data-driven dalam proses pengambilan keputusan kredit. Melalui pembahasan studi kasus aktual dan praktik terbaik industri perbankan, peserta akan memperoleh kemampuan untuk menghasilkan keputusan kredit yang lebih akurat, menjaga kualitas portofolio, serta meminimalkan potensi pembentukan kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL).