Pelatihan Subsidiary Governance di perbankan dirancang untuk memperkuat pemahaman para pemangku kepentingan mengenai tata kelola yang efektif antara perusahaan induk dan entitas anak (subsidiary). Dalam konteks industri perbankan yang kompleks dan sangat diatur, koordinasi yang jelas antara holding, anak perusahaan, dan unit-unit pendukung menjadi kunci terciptanya integritas, transparansi, serta akuntabilitas dalam operasional bisnis. Pelatihan ini membantu peserta memahami bagaimana struktur pengawasan, peran direksi dan komisaris, mekanisme pelaporan, serta alur pengambilan keputusan dapat berjalan selaras dengan prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG).
Selain itu, pelatihan ini juga membahas risiko-risiko yang umum muncul pada hubungan antara induk dan anak perusahaan, seperti ketidaksinkronan strategi, potensi konflik kepentingan, dan ketidakpatuhan terhadap regulasi perbankan. Dengan mempelajari praktik terbaik, standar regulasi, hingga contoh kasus, peserta diharapkan mampu menerapkan tata kelola anak perusahaan yang konsisten, terukur, dan mendukung kinerja grup secara keseluruhan. Pendekatan pembelajaran bersifat aplikatif sehingga peserta dapat langsung mengimplementasikan kebijakan dan mekanisme governance yang lebih efektif.
1. Konsep dan Prinsip Subsidiary Governance
– Hubungan induk–anak perusahaan, struktur grup, peran dewan dan manajemen.
2. Regulasi dan Standar Tata Kelola di Perbankan
– Ketentuan regulator, pedoman GCG, dan persyaratan pelaporan.
3. Peran Direksi, Komisaris, dan Komite Governance
– Tanggung jawab, batas kewenangan, dan sinergi pengawasan.
4. Sinkronisasi Strategi dan Pengambilan Keputusan Grup
– Alignment rencana bisnis, KPI grup, serta mekanisme koordinasi.
5. Risk Governance pada Anak Perusahaan
– Identifikasi risiko, risk appetite, integrasi manajemen risiko grup.
6. Pengelolaan Konflik Kepentingan
– Kebijakan, pencegahan, dan penanganan kasus.
7. Mekanisme Monitoring dan Pelaporan Anak Perusahaan
– Struktur pelaporan, dashboard, dan evaluasi kinerja.
8. Studi Kasus dan Praktik Terbaik (Best Practices)
– Benchmark industri dan simulasi skenario governance.