Dalam beberapa tahun terakhir, gangguan rantai pasok global yang dipicu oleh pandemi, konflik geopolitik, perubahan kebijakan perdagangan, fluktuasi nilai tukar, krisis energi, hingga bencana alam telah menunjukkan betapa rentannya struktur supply chain yang terlalu terpusat dan bergantung pada satu sumber atau satu kawasan tertentu. Organisasi di berbagai sektor kini menyadari bahwa efisiensi biaya semata tidak lagi cukup; ketahanan (resilience), fleksibilitas, visibilitas, dan kemampuan adaptasi menjadi faktor kunci dalam menjaga keberlangsungan operasional dan daya saing. Strategi supply chain modern harus mampu mengantisipasi risiko, merespons disrupsi dengan cepat, serta memastikan kontinuitas pasokan tanpa mengorbankan kualitas maupun kepuasan pelanggan.
Pelatihan ini dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai konsep supply chain resilience dan strategi diversifikasi sebagai pendekatan proaktif dalam mengelola risiko rantai pasok. Peserta akan mempelajari bagaimana mengidentifikasi titik rawan dalam jaringan supply chain, melakukan risk assessment secara sistematis, menyusun strategi multi-sourcing dan nearshoring, serta mengintegrasikan teknologi digital untuk meningkatkan visibilitas dan pengambilan keputusan berbasis data. Selain itu, pelatihan ini juga membahas penyusunan roadmap implementasi yang selaras dengan strategi bisnis perusahaan agar organisasi mampu membangun rantai pasok yang tangguh, adaptif, dan berkelanjutan dalam menghadapi tantangan global ke depan.
Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan dapat:
HARI 1 – Fundamental & Risk Assessment
1. Global Supply Chain Landscape & Emerging Risks
2. Konsep Supply Chain Resilience
3. Supply Chain Risk Management
4. Vulnerability & Dependency Analysis
HARI 2 – Diversification Strategy & Implementation
5. Diversification & Network Design Strategy
6. Digitalization & Supply Chain Visibility
7. Business Continuity & Contingency Planning
8. Implementation Roadmap & Governance