Review Perhitungan LCR dan NSFR: Persiapan Perhitungan Internal Liquidity Adequacy Assessment Process (ILAAP) berdasarkan POJK No. 20 Tahun 2024 dan CP/OJK/2021

Review Perhitungan LCR dan NSFR: Persiapan Perhitungan Internal Liquidity Adequacy Assessment Process (ILAAP) berdasarkan POJK No. 20 Tahun 2024 dan CP/OJK/2021

Review Perhitungan LCR dan NSFR: Persiapan Perhitungan Internal Liquidity Adequacy Assessment Process (ILAAP) berdasarkan POJK No. 20 Tahun 2024 dan CP/OJK/2021

01 - 02 September 2026 Bandung Hotel Zest Sukajadi

Deskripsi

Penguatan manajemen risiko likuiditas merupakan salah satu prioritas utama regulator dalam menjaga stabilitas sistem perbankan. Sejalan dengan penyempurnaan ketentuan likuiditas yang mengacu pada standar Basel Committee on Banking Supervision (BCBS), Otoritas Jasa Keuangan telah menerbitkan POJK Nomor 19 Tahun 2024 mengenai Liquidity Coverage Ratio (LCR) dan POJK Nomor 20 Tahun 2024 mengenai Net Stable Funding Ratio (NSFR). Kedua regulasi tersebut memperluas cakupan kewajiban perhitungan, pelaporan, dan penguatan tata kelola likuiditas, serta mewajibkan bank menyelenggarakan Internal Liquidity Adequacy Assessment Process (ILAAP) secara proporsional sesuai ukuran, karakteristik, dan kompleksitas usaha bank.

Sebagai tindak lanjut, OJK juga telah menerbitkan rancangan ketentuan pelaksanaan ILAAP yang memberikan pedoman mengenai tata kelola, pengukuran risiko likuiditas, stress testing, penetapan risk appetite, contingency funding plan, serta integrasi ILAAP dengan strategi bisnis dan manajemen risiko bank.

Pelatihan ini dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai konsep, metodologi, dan teknik review perhitungan LCR dan NSFR, termasuk evaluasi kualitas data, validasi perhitungan, analisis rasio likuiditas, penyusunan stress testing, serta penyusunan dokumen ILAAP yang memenuhi ekspektasi regulator. Peserta juga akan mempelajari langkah-langkah implementasi ILAAP sebagai bagian dari penguatan tata kelola likuiditas dan pengelolaan risiko secara terintegrasi.

Tujuan

  • Memahami ketentuan terbaru mengenai LCR, NSFR, dan ILAAP.
  • Melakukan review atas perhitungan LCR dan NSFR sesuai ketentuan regulator.
  • Mengidentifikasi kelemahan dalam proses pengukuran risiko likuiditas.
  • Memahami keterkaitan LCR, NSFR, stress testing, dan ILAAP.
  • Menyusun kerangka ILAAP yang efektif dan terdokumentasi.
  • Menyusun strategi peningkatan kualitas manajemen likuiditas bank.
  • Mempersiapkan implementasi ILAAP sesuai ketentuan OJK.

Materi

  • Bab 1. Kerangka Regulasi Manajemen Risiko Likuiditas
  • Perkembangan regulasi Basel III mengenai risiko likuiditas 
  • POJK Nomor 19 Tahun 2024 tentang LCR 
  • POJK Nomor 20 Tahun 2024 tentang NSFR 
  • Konsep dan tujuan ILAAP 
  • Hubungan LCR, NSFR, ICAAP, dan ILAAP 
  • Ekspektasi regulator terhadap implementasi ILAAP 
  • Konsep Dasar Liquidity Coverage Ratio (LCR)
  • Tujuan dan fungsi LCR 
  • High Quality Liquid Assets (HQLA) 
  • Cash inflow dan cash outflow 
  • Haircut dan pembobotan aset likuid 
  • Perhitungan LCR 
  • Interpretasi hasil LCR 
  • Review Perhitungan Liquidity Coverage Ratio
  • Validasi data sumber 
  • Review klasifikasi HQLA 
  • Review arus kas masuk dan keluar 
  • Identifikasi kesalahan klasifikasi 
  • Rekonsiliasi data pelaporan 
  • Analisis penyebab perubahan LCR 
  • Konsep Dasar Net Stable Funding Ratio (NSFR)
  • Tujuan NSFR 
  • Available Stable Funding (ASF) 
  • Required Stable Funding (RSF) 
  • Faktor pembobotan ASF dan RSF 
  • Perhitungan NSFR 
  • Interpretasi hasil NSFR 
  • Review Perhitungan Net Stable Funding Ratio
  • Review struktur pendanaan bank 
  • Review klasifikasi sumber pendanaan 
  • Review aset yang memerlukan pendanaan stabil 
  • Validasi parameter perhitungan 
  • Analisis gap pendanaan 
  • Penyusunan rekomendasi perbaikan 
  • Internal Liquidity Adequacy Assessment Process (ILAAP)
  • Prinsip dasar ILAAP 
  • Governance ILAAP 
  • Peran Direksi dan Dewan Komisaris 
  • Risk Appetite Likuiditas 
  • Liquidity Risk Framework 
  • Dokumentasi ILAAP 
  • Stress Testing
  • Tujuan stress testing likuiditas 
  • Penyusunan skenario krisis 
  • Idiosyncratic stress scenario 
  • Market-wide stress scenario 
  • Combined stress scenario 
  • Analisis hasil stress testing 
  • Contingency Funding Plan (CFP)
  • Tujuan CFP 
  • Early Warning Indicators 
  • Liquidity trigger 
  • Strategi pendanaan darurat 
  • Crisis management 
  • Monitoring efektivitas CFP 
  • Penyusunan Dokumen ILAAP
  • Struktur laporan ILAAP 
  • Penilaian kecukupan likuiditas internal 
  • Integrasi dengan strategi bisnis 
  • Integrasi dengan Risk Appetite Statement 
  • Dokumentasi pendukung 
  • Review dan pembaruan berkala 
  • Strategi Implementasi dan Kesiapan Bank
  • Gap analysis implementasi ILAAP 
  • Roadmap implementasi 
  • Penguatan kebijakan dan SOP 
  • Integrasi sistem informasi manajemen likuiditas 
  • Peran audit internal dan manajemen risiko 
  • Best practices implementasi ILAAP

Peserta

Divisi Treasury

Divisi Asset Liability Management (ALM)

Divisi Liquidity Risk

Divisi Risk Management

Divisi Compliance

Divisi Keuangan & Akuntansi

Divisi Financial Reporting

Metode

• Pre Test 
• Presentasi Materi 
• Diskusi 
• Studi Kasus 
• Post Test 

Fasilitas

• Training Amenities 
• Peralatan Pelatihan (Tas, Hand Out, Flashdisk, Block Note, Pulpen, Watermark) 
• Sertifikat 
• Souvenir 
• 2x Coffee Break, 1x Lunch

Kembali ke Layanan