ANTI MONEY LAUNDERING (AML) dan SUSPICIOUS TRANSACTION (ST): APU PPT dan PPSM – Teknik, Metode, dan Tipologi Transaksi Keuangan Mencurigakan

ANTI MONEY LAUNDERING (AML) dan SUSPICIOUS TRANSACTION (ST): APU PPT dan PPSM – Teknik, Metode, dan Tipologi Transaksi Keuangan Mencurigakan

ANTI MONEY LAUNDERING (AML) dan SUSPICIOUS TRANSACTION (ST): APU PPT dan PPSM – Teknik, Metode, dan Tipologi Transaksi Keuangan Mencurigakan

28 - 29 September 2026 Surabaya Hotel Santika Pandegiling

Deskripsi

Penerapan Program Anti Pencucian Uang, Pencegahan Pendanaan Terorisme (APU PPT), dan Pencegahan Pendanaan Proliferasi Senjata Pemusnah Massal (PPSM) merupakan salah satu pilar utama dalam menjaga integritas, stabilitas, dan reputasi industri perbankan. Seiring dengan semakin kompleksnya perkembangan layanan keuangan digital, pembayaran elektronik, transaksi lintas negara, virtual asset, fintech, serta meningkatnya kejahatan keuangan yang memanfaatkan teknologi, bank dituntut untuk memiliki sistem pengendalian yang efektif dalam mendeteksi, menganalisis, dan melaporkan transaksi yang terindikasi sebagai Transaksi Keuangan Mencurigakan (Suspicious Transaction/ST).

Pelatihan ini dirancang untuk memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai implementasi Program APU PPT dan PPSM sesuai dengan ketentuan regulator di Indonesia, standar internasional, serta praktik terbaik (best practices) dalam industri perbankan. Peserta akan mempelajari berbagai aspek penting mulai dari konsep dasar anti money laundering, pendanaan terorisme, dan pendanaan proliferasi senjata pemusnah massal, penerapan pendekatan berbasis risiko (Risk-Based Approach/RBA), proses Customer Due Diligence (CDD), Enhanced Due Diligence (EDD), identifikasi Beneficial Owner, hingga penerapan Know Your Customer (KYC) secara efektif.

Selain membahas aspek regulasi, pelatihan ini juga memberikan penekanan pada kemampuan praktis dalam mengenali berbagai indikator (red flags), teknik investigasi transaksi, metode analisis perilaku transaksi (behavioral transaction analysis), financial profiling, transaction monitoring, link analysis, serta teknik identifikasi pola transaksi yang tidak wajar berdasarkan profil, karakteristik, dan aktivitas bisnis nasabah. Peserta akan mempelajari berbagai tipologi pencucian uang dan pendanaan terorisme yang berkembang, termasuk penggunaan nominee account, mule account, shell company, trade-based money laundering (TBML), layering melalui transaksi internasional, penyalahgunaan rekening perusahaan, penyalahgunaan produk digital banking, cryptocurrency, fintech, hingga pemanfaatan teknologi baru sebagai sarana pencucian uang.

Pelatihan ini juga mengupas proses penyusunan analisis Suspicious Transaction (ST) mulai dari pengumpulan data, analisis kronologi transaksi, penyusunan justifikasi investigasi, dokumentasi hasil analisis, mekanisme eskalasi internal, hingga penyusunan laporan Transaksi Keuangan Mencurigakan sesuai dengan ketentuan regulator. Peserta akan memahami bagaimana membangun sistem monitoring transaksi yang efektif melalui penerapan parameter deteksi, risk scoring, enterprise AML risk assessment, pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI), machine learning, data analytics, automated transaction monitoring, dan sanction screening untuk meningkatkan kualitas deteksi dini terhadap aktivitas keuangan yang berisiko.

Tujuan

  • Memahami konsep, prinsip, dan regulasi AML/CFT serta PPSM.
  • Memahami kewajiban penerapan Program APU PPT di perbankan.
  • Mengidentifikasi berbagai modus dan tipologi pencucian uang terbaru.
  • Mengenali indikator transaksi keuangan mencurigakan berdasarkan profil risiko nasabah.
  • Melakukan analisis transaksi secara efektif menggunakan pendekatan risk-based approach.
  • Menentukan suspicious transaction secara tepat sesuai ketentuan regulator.
  • Menyusun dokumentasi dan pelaporan transaksi keuangan mencurigakan.
  • Memperkuat pengendalian internal dalam mitigasi risiko AML/CFT.

Materi

  • Bab 1. Konsep Dasar Anti Money Laundering (AML), APU PPT dan PPSM
  • Konsep pencucian uang dan pendanaan terorisme 
  • Tahapan Money Laundering (Placement, Layering, Integration) 
  • Pendanaan proliferasi senjata pemusnah massal (PPSM) 
  • Dampak pencucian uang terhadap industri perbankan 
  • Peran bank dalam penerapan AML/CFT 
  • Bab 2. Regulasi AML/CFT dan PPSM Terbaru
  • Ketentuan APU PPT bagi bank 
  • Pendekatan Risk Based Approach (RBA) 
  • Standar internasional FATF Recommendation 
  • Peran regulator dan lembaga terkait 
  • Sanksi atas pelanggaran AML/CFT 
  • Bab 3. Customer Due Diligence (CDD), EDD dan Beneficial Ownership
  • Customer Due Diligence (CDD) 
  • Enhanced Due Diligence (EDD) 
  • Simplified Due Diligence (SDD) 
  • Identifikasi Beneficial Owner 
  • Screening PEP, Sanction List dan Adverse Media 
  • Bab 4. Teknik Identifikasi Suspicious Transaction (ST)
  • Karakteristik transaksi keuangan mencurigakan 
  • Red Flag Indicator 
  • Analisis profil transaksi nasabah 
  • Analisis source of fund dan source of wealth 
  • Teknik identifikasi rekening nominee dan mule account 
  • Bab 5. Tipologi Pencucian Uang Terbaru
  • Trade Based Money Laundering (TBML) 
  • Digital Banking Money Laundering 
  • Cryptocurrency Laundering 
  • Shell Company 
  • Money Mule 
  • Layering melalui transaksi internasional 
  • Structuring dan Smurfing 
  • Fraud sebagai predicate crime 
  • Penyalahgunaan rekening perusahaan 
  • Bab 6. Teknik Analisis Transaksi Keuangan Mencurigakan
  • Transaction Monitoring 
  • Behavioral Transaction Analysis 
  • Link Analysis 
  • Pattern Recognition 
  • Financial Profiling 
  • Network Analysis 
  • Analisis transaksi lintas rekening 
  • Analisis transaksi lintas negara 
  • Bab 7. Penyusunan Analisis Suspicious Transaction
  • Teknik investigasi transaksi 
  • Pengumpulan data pendukung 
  • Analisis kronologi transaksi 
  • Penyusunan kesimpulan investigasi 
  • Dokumentasi hasil analisis 
  • Bab 8. Pelaporan Transaksi Keuangan Mencurigakan
  • Kriteria pelaporan 
  • Proses eskalasi internal 
  • Penyusunan laporan transaksi mencurigakan 
  • Dokumentasi pendukung 
  • Quality assurance pelaporan 
  • Bab 9. Monitoring dan Pengendalian AML/CFT
  • Enterprise AML Risk Assessment 
  • AML Risk Scoring 
  • Monitoring transaksi berkelanjutan 
  • Parameter sistem monitoring 
  • Review efektivitas pengendalian 
  • Audit AML/CFT 
  • Bab 10. Teknologi dalam AML Modern
  • Artificial Intelligence untuk AML 
  • Machine Learning dalam deteksi transaksi 
  • Automated Transaction Monitoring 
  • Name Screening System 
  • Sanction Screening 
  • Fraud Analytics 
  • Data Analytics untuk AML 
  • Bab 11. Studi Kasus dan Best Practice
  • Analisis kasus pencucian uang di sektor perbankan 
  • Identifikasi suspicious transaction berdasarkan studi kasus 
  • Penyusunan analisis transaksi mencurigakan 
  • Penentuan keputusan pelaporan 
  • Lessons Learned dan best practice implementasi AML/CFT

Peserta

Divisi Anti Money Laundering (AML)

Divisi Financial Crime Prevention

Divisi Compliance

Divisi Risk Management

Divisi Internal Audit

Divisi Operations

Divisi Corporate Banking

Metode

• Pre Test 
• Presentasi Materi 
• Diskusi 
• Studi Kasus 
• Post Test 

Fasilitas

• Training Amenities 
• Peralatan Pelatihan (Tas, Hand Out, Block Note, Pulpen, Watermark) 
• Sertifikat 
• Souvenir 
• 2x Coffee Break, 1x Lunch

Kembali ke Layanan