Cyber Security & Cyber Resilience untuk Industri Perbankan

Cyber Security & Cyber Resilience untuk Industri Perbankan

Cyber Security & Cyber Resilience untuk Industri Perbankan

15 - 16 July 2026 Surabaya Hotel Santika Pandegiling

Deskripsi

Transformasi digital yang berlangsung pesat dalam industri perbankan telah meningkatkan ketergantungan terhadap teknologi informasi, layanan digital, komputasi awan (cloud computing), integrasi melalui Application Programming Interface (API), pembayaran digital, serta pemanfaatan Artificial Intelligence (AI). Di sisi lain, perkembangan tersebut juga diikuti oleh meningkatnya kompleksitas ancaman siber seperti ransomware, phishing, advanced persistent threat (APT), distributed denial of service (DDoS), pencurian data, serangan terhadap rantai pasok (supply chain attack), hingga eksploitasi kerentanan pada aplikasi dan infrastruktur teknologi. Serangan siber terhadap sektor perbankan tidak hanya berdampak pada kerugian finansial, tetapi juga dapat mengganggu layanan kepada nasabah, menurunkan kepercayaan publik, memicu sanksi regulator, dan merusak reputasi institusi. Oleh karena itu, organisasi perbankan tidak cukup hanya membangun sistem keamanan yang kuat, tetapi juga harus memiliki kemampuan Cyber Resilience, yaitu kemampuan untuk mengantisipasi, melindungi, mendeteksi, merespons, memulihkan, dan beradaptasi terhadap berbagai ancaman siber sehingga keberlangsungan operasional tetap terjaga.

Pelatihan ini dirancang untuk memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai strategi penguatan keamanan siber dan ketahanan siber (Cyber Resilience) dalam lingkungan industri perbankan. Peserta akan mempelajari perkembangan ancaman siber terkini, kerangka kerja keamanan informasi, tata kelola keamanan siber, manajemen risiko teknologi informasi, strategi perlindungan aset digital, deteksi dan respons insiden, hingga penyusunan strategi pemulihan pascainsiden (cyber recovery). Selain itu, pelatihan juga membahas integrasi keamanan siber dengan tata kelola perusahaan, manajemen risiko, kepatuhan terhadap regulasi, serta pengembangan budaya keamanan siber di seluruh organisasi. Melalui kombinasi pembelajaran konseptual, studi kasus serangan siber pada industri jasa keuangan, diskusi interaktif, simulasi respons insiden, dan workshop penyusunan roadmap peningkatan Cyber Resilience, peserta diharapkan mampu mengidentifikasi risiko siber, mengevaluasi kesiapan organisasi, serta menyusun langkah-langkah strategis untuk meningkatkan ketahanan siber dan menjaga keberlangsungan layanan perbankan di tengah dinamika ancaman digital yang terus berkembang. 

Tujuan

Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu:

  • Memahami konsep, prinsip, dan perkembangan Cyber Security serta Cyber Resilience dalam industri perbankan.
  • Mengidentifikasi berbagai ancaman siber, kerentanan, dan risiko yang memengaruhi operasional layanan perbankan.
  • Memahami kerangka tata kelola keamanan siber, manajemen risiko, dan pengendalian keamanan informasi.
  • Menerapkan strategi pencegahan, deteksi, respons, dan pemulihan terhadap insiden siber.
  • Mengintegrasikan aspek keamanan siber dengan tata kelola perusahaan, kepatuhan regulasi, dan keberlangsungan bisnis.
  • Menyusun rekomendasi peningkatan Cyber Resilience untuk memperkuat ketahanan operasional dan layanan digital perbankan.

Materi

Materi 1. Fundamental Cyber Security dan Cyber Resilience

Sub Materi

  • Perkembangan ancaman siber pada industri perbankan. 
  • Konsep Cyber Security dan Cyber Resilience. 
  • Lanskap ancaman siber global dan nasional. 
  • Prinsip Confidentiality, Integrity, dan Availability (CIA). 
  • Peran keamanan siber dalam menjaga kepercayaan dan keberlangsungan bisnis. 

Materi 2. Identifikasi Ancaman Siber dan Manajemen Risiko

Sub Materi

  • Jenis-jenis ancaman siber: phishing, ransomware, APT, DDoS, malware, dan insider threat. 
  • Analisis kerentanan (vulnerability assessment). 
  • Penilaian risiko keamanan informasi. 
  • Risiko pihak ketiga (third-party risk) dan supply chain security. 
  • Studi kasus serangan siber pada industri perbankan. 

Materi 3. Tata Kelola Keamanan Siber dan Strategi Perlindungan

Sub Materi

  • Cyber Security Governance dan peran pemangku kepentingan. 
  • Kerangka kerja keamanan siber (NIST Cybersecurity Framework dan ISO/IEC 27001). 
  • Kebijakan keamanan informasi dan pengendalian akses. 
  • Keamanan jaringan, aplikasi, database, dan cloud. 
  • Penguatan budaya keamanan siber (security awareness culture). 

Materi 4. Deteksi, Respons, dan Penanganan Insiden Siber

Sub Materi

  • Konsep Security Operations Center (SOC). 
  • Monitoring keamanan dan deteksi ancaman. 
  • Incident Response Plan dan prosedur eskalasi. 
  • Digital forensik dasar dan pengelolaan bukti elektronik. 
  • Simulasi penanganan insiden siber. 

Materi 5. Business Continuity, Disaster Recovery, dan Cyber Recovery

Sub Materi

  • Integrasi keamanan siber dengan Business Continuity Management (BCM). 
  • Disaster Recovery Planning (DRP) untuk sistem informasi. 
  • Strategi backup, recovery, dan high availability. 
  • Pengujian kesiapan pemulihan (cyber resilience testing). 
  • Evaluasi dan pembelajaran pascainsiden (lessons learned). 

Materi 6. Workshop Penyusunan Roadmap Cyber Resilience

Sub Materi

  • Penilaian tingkat kematangan (Cyber Security Maturity Assessment). 
  • Identifikasi kesenjangan (gap analysis) keamanan siber. 
  • Penyusunan roadmap peningkatan Cyber Resilience. 
  • Penetapan indikator keberhasilan dan prioritas implementasi. 
  • Presentasi hasil workshop dan penyusunan action plan unit kerja.

Peserta

  • Cyber Security
  • Keamanan Informasi (Information Security)
  • Teknologi Informasi (TI)
  • Manajemen Risiko
  • Security Operations Center (SOC)
  • Business Continuity Management (BCM)
  • Digital Banking

Metode

  • Pre-test
  • Presentasi Materi
  • Diskusi
  • Studi Kasus
  • Post-test

Fasilitas

  • Training Amenities
  • Peralatan Pelatihan (Tas, Hand Out, Flashdisk, Block Note, Pulpen, Watermark)
  • Sertifikat 
  • Souvenir
  • 2x Coffee Break, 1x Lunch
Kembali ke Layanan