Operational Risk Management & Operational Resilience

Operational Risk Management & Operational Resilience

Operational Risk Management & Operational Resilience

13 - 14 July 2026 Jakarta hotel asyana kemayoran

Deskripsi

Dalam industri perbankan, Operational Risk Management (ORM) merupakan salah satu pilar utama dalam menjaga keberlangsungan operasional, melindungi aset, serta memastikan layanan kepada nasabah tetap berjalan secara aman dan andal. Risiko operasional dapat muncul akibat kegagalan proses internal, kesalahan manusia, kelemahan sistem teknologi informasi, gangguan dari pihak ketiga, maupun peristiwa eksternal seperti bencana alam, serangan siber, pandemi, dan gangguan infrastruktur. Seiring dengan meningkatnya digitalisasi layanan perbankan, penggunaan teknologi berbasis cloud, otomatisasi proses bisnis, pemanfaatan Artificial Intelligence (AI), serta ketergantungan terhadap vendor dan penyedia layanan digital, kompleksitas risiko operasional semakin meningkat. Oleh karena itu, organisasi tidak hanya dituntut memiliki sistem manajemen risiko operasional yang efektif, tetapi juga mampu membangun Operational Resilience, yaitu kemampuan organisasi untuk mengantisipasi, merespons, beradaptasi, dan pulih secara cepat dari berbagai gangguan tanpa mengurangi kualitas layanan dan kepercayaan nasabah.

Pelatihan ini dirancang untuk memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai konsep, kerangka kerja, dan praktik terbaik Operational Risk Management & Operational Resilience di industri perbankan. Peserta akan mempelajari proses identifikasi, pengukuran, pemantauan, dan pengendalian risiko operasional, penyusunan Risk and Control Self Assessment (RCSA), pengembangan Key Risk Indicator (KRI), pengelolaan insiden dan kerugian operasional, serta penerapan Business Continuity Management (BCM) dan Crisis Management. Selain itu, pelatihan juga membahas penguatan ketahanan operasional melalui pemetaan proses bisnis kritikal, pengelolaan risiko pihak ketiga, integrasi dengan keamanan siber, pemanfaatan data analytics dan dashboard risiko, serta penyusunan strategi peningkatan ketahanan operasional yang selaras dengan tata kelola perusahaan dan regulasi perbankan. Melalui studi kasus, diskusi interaktif, simulasi penanganan insiden, dan workshop penyusunan kerangka ketahanan operasional, peserta diharapkan mampu meningkatkan kemampuan organisasi dalam menghadapi berbagai gangguan operasional secara terstruktur, efektif, dan berkelanjutan.. 

Tujuan

Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan dapat:

  1. Memahami konsep, prinsip, dan kerangka kerja Operational Risk Management serta Operational Resilience dalam industri perbankan. 
  2. Mengidentifikasi, menganalisis, dan mengevaluasi risiko operasional yang berpotensi memengaruhi keberlangsungan layanan. 
  3. Menerapkan metode pengelolaan risiko operasional melalui RCSA, KRI, dan pengelolaan insiden secara efektif. 
  4. Menyusun strategi peningkatan ketahanan operasional melalui penerapan Business Continuity Management dan Crisis Management
  5. Mengintegrasikan pengelolaan risiko operasional dengan tata kelola, keamanan informasi, risiko pihak ketiga, dan transformasi digital. 
  6. Menyusun Operational Resilience Roadmap sebagai bagian dari upaya peningkatan kesiapan organisasi dalam menghadapi gangguan operasional.

Materi

Materi 1. Fundamental Operational Risk Management

Sub Materi

  • Konsep dan ruang lingkup risiko operasional. 
  • Sumber dan jenis risiko operasional di industri perbankan. 
  • Kerangka kerja Operational Risk Management. 
  • Peran dan tanggung jawab dalam pengelolaan risiko operasional. 
  • Hubungan Operational Risk Management dengan Enterprise Risk Management (ERM). 

Materi 2. Identifikasi, Pengukuran, dan Pengendalian Risiko Operasional

Sub Materi

  • Teknik identifikasi risiko operasional. 
  • Risk and Control Self Assessment (RCSA). 
  • Penyusunan Key Risk Indicator (KRI). 
  • Pengelolaan Operational Loss Event dan incident reporting.
  • Evaluasi efektivitas pengendalian internal. 

Materi 3. Operational Resilience dan Business Continuity

Sub Materi

  • Konsep dan prinsip Operational Resilience. 
  • Identifikasi Critical Business Services dan proses bisnis kritikal. 
  • Integrasi dengan Business Continuity Management (BCM). 
  • Business Impact Analysis (BIA) dan strategi pemulihan. 
  • Crisis Management dan pengambilan keputusan saat gangguan operasional. 

Materi 4. Emerging Operational Risks dan Digital Resilience

Sub Materi

  • Risiko operasional akibat transformasi digital. 
  • Pengelolaan risiko pihak ketiga (Third Party Risk Management). 
  • Integrasi keamanan siber dengan risiko operasional. 
  • Risiko penggunaan Artificial Intelligence (AI) dan otomatisasi proses. 
  • Penguatan ketahanan operasional pada ekosistem digital. 

Materi 5. Governance, Monitoring, dan Risk Analytics

Sub Materi

  • Tata kelola Operational Risk Management. 
  • Peran komite risiko dan fungsi pengawasan. 
  • Dashboard risiko dan pemanfaatan data analytics. 
  • Pelaporan risiko operasional kepada manajemen. 
  • Budaya risiko (Risk Culture) dan peningkatan kesadaran risiko. 

Materi 6. Workshop Penyusunan Operational Resilience Roadmap

Sub Materi

  • Analisis risiko operasional berdasarkan studi kasus. 
  • Identifikasi kesenjangan (gap analysis) ketahanan operasional. 
  • Penyusunan strategi mitigasi dan peningkatan ketahanan. 
  • Penyusunan KPI dan indikator Operational Resilience. 
  • Presentasi hasil workshop dan penyusunan action plan implementasi.

Peserta

Divisi Risk Management

Divisi Operations

Divisi Business Continuity Management

Divisi Compliance

Divisi Internal Audit

Divisi Information Technology (IT)

Divisi Corporate Governance

Metode

• Pre Test 
• Presentasi Materi 
• Diskusi 
• Studi Kasus 
• Post Test 

Fasilitas

• Training Amenities 
• Peralatan Pelatihan (Tas, Hand Out, Flashdisk, Block Note, Pulpen, Watermark) 
• Sertifikat 
• Souvenir 
• 2x Coffee Break, 1x Lunch

Kembali ke Layanan