Perbankan menghadapi ketidakpastian yang ditimbulkan oleh faktor-faktor seperti volatilitas pasar, perubahan kebijakan pasca-pandemi, dan kompleksitas dalam rantai pasok global. Hal ini menciptakan lingkungan yang tidak stabil bagi perbankan untuk beroperasi.
Untuk mengatasi tantangan tersebut, perbankan perlu menerapkan beberapa strategi, seperti mengidentifikasi risiko secara dini dengan melakukan stress test untuk memastikan kecukupan modal, mengelola portofolio dengan lebih baik untuk mengurangi eksposur terhadap aset berisiko tinggi dan menjaga kualitas aset dengan agar memiliki nilai likuiditas yang tinggi.
Untuk memastikan bank memiliki manajemen risiko yang tepat, perhitungan modal yang akurat, dan transparansi dalam operasional mereka, yang pada akhirnya menjaga stabilitas sistem keuangan, maka Otoritas Jasa Keuangan mengatur klasifikasi aset bank berdasarkan risiko dan tujuan investasinya.
Dengan memisahkan aset ke dalam trading book dan banking book, bank dapat mengelola risiko dengan lebih efektif, memenuhi persyaratan regulasi, dan memberikan transparansi yang lebih baik dalam operasinya. Banking book adalah portofolio bank yang bukan bagian dari trading book, termasuk kredit, surat berharga dan dana dari pihak ketiga. Aset di banking book harus memiliki kualitas terbaik dan memiliki sifat likuiditas yang tinggi.
1. OverviewEkonomiGlobal
2. RegulasiPerbankan
3. PengembanganOrganisasidanKebijakanBank
4. KlasifikasiAsetdanKewajibanBank
5. AktivitasdanTransaksiBankingBookdiTresuri
6. ManajemenRisikoBankingBook
7. StrategiPengembanganBisnisTresuri