Perkembangan embedded finance telah mengubah lanskap industri jasa keuangan secara signifikan. Layanan keuangan kini tidak lagi berdiri sendiri di dalam aplikasi perbankan, tetapi terintegrasi langsung dalam platform digital seperti e-commerce, ride-hailing, marketplace, dan sistem manajemen bisnis. Model ini memungkinkan produk perbankan rekening, pembayaran, pembiayaan, hingga asuransi hadir secara seamless di dalam perjalanan transaksi nasabah. Bagi Divisi Dana & Jasa, embedded finance membuka peluang besar untuk meningkatkan CASA, volume transaksi, dan fee-based income melalui integrasi API dan kolaborasi strategis dengan fintech. Transformasi sistem pembayaran digital yang terus dikembangkan oleh Bank Indonesia turut mempercepat adopsi model bisnis ini dalam ekosistem keuangan nasional.
Namun di balik peluang tersebut, terdapat risiko yang perlu dikelola secara komprehensif, mulai dari risiko operasional, keamanan data, kepatuhan regulasi, hingga reputational risk. Kolaborasi bank–fintech menuntut tata kelola yang kuat, manajemen risiko berbasis teknologi, serta kepatuhan terhadap regulasi yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan. Pelatihan ini dirancang untuk memberikan pemahaman strategis dan praktis mengenai model embedded finance, skema kemitraan, serta mitigasi risiko yang relevan menghadapi tantangan 2026. Dengan pendekatan berbasis studi kasus dan diskusi interaktif, peserta akan mampu merancang kolaborasi yang produktif, aman, dan berkelanjutan.
Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan dapat:
Hari 1 – Konsep, Model Bisnis & Peluang Embedded Finance
1. Tren Embedded Finance 2026
2. Model Bisnis Embedded Finance
3. Peluang CASA & Fee-Based Income
4. Strategi Kolaborasi Bank–Fintech
5. Studi Kasus Implementasi
Hari 2 – Risiko, Kepatuhan & Implementasi Strategis
6. Manajemen Risiko dalam Embedded Finance
7. Aspek Regulasi & Kepatuhan
8. IT Governance & Data Security Awareness
9. Strategi Monetisasi & Sustainability Model
10. Penyusunan Strategic Collaboration Plan