Kredit komersial dan korporasi memiliki kompleksitas yang lebih tinggi dibandingkan kredit ritel maupun UMKM karena melibatkan struktur bisnis yang lebih besar, kebutuhan pembiayaan yang kompleks, serta risiko yang lebih beragam. Oleh karena itu, analis kredit perlu memiliki kemampuan yang lebih mendalam dalam mengevaluasi kondisi keuangan, model bisnis, prospek industri, serta risiko yang dapat memengaruhi kemampuan debitur dalam memenuhi kewajibannya.
Pelatihan ini memberikan pemahaman lanjutan mengenai teknik analisis kredit komersial dan korporasi yang komprehensif. Peserta akan mempelajari analisis laporan keuangan, analisis arus kas, penilaian struktur pembiayaan, analisis industri dan bisnis, hingga penyusunan rekomendasi kredit yang mempertimbangkan berbagai aspek risiko untuk mendukung pengambilan keputusan kredit yang berkualitas.