Di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi dan dinamika sektor usaha, kemampuan mengidentifikasi potensi gagal bayar (default) sejak dini menjadi salah satu kompetensi penting bagi analis kredit dan pejabat kredit. Analisis kredit tidak lagi cukup hanya berfokus pada kondisi historis debitur, tetapi juga harus mempertimbangkan kemampuan bertahan usaha, kualitas arus kas, kondisi industri, perilaku pembayaran, serta berbagai indikator risiko yang dapat memengaruhi kemampuan debitur dalam memenuhi kewajibannya.
Pelatihan ini dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai teknik analisis kredit lanjutan yang berorientasi pada deteksi dini potensi default debitur. Peserta akan mempelajari metode analisis keuangan dan non-keuangan, penggunaan early warning indicators, analisis cash flow, penilaian risiko sektor usaha, hingga penyusunan rekomendasi mitigasi risiko. Dengan pendekatan studi kasus, peserta akan mampu meningkatkan kualitas keputusan kredit dan menjaga kualitas portofolio kredit bank.