Wellbeing at Work untuk Kinerja Berkelanjutan

Wellbeing at Work untuk Kinerja Berkelanjutan

Wellbeing at Work untuk Kinerja Berkelanjutan

13 - 14 July 2026 Yogyakarta Hotel Ibis Style

Deskripsi

Dunia kerja modern mengalami perubahan yang sangat cepat dan mendasar. Digitalisasi, globalisasi, sistem kerja hybrid, serta tekanan kompetisi yang semakin tinggi membuat organisasi menuntut kinerja yang lebih cepat, lebih akurat, dan lebih adaptif dari sumber daya manusianya. Di sisi lain, batas antara kehidupan kerja dan kehidupan pribadi semakin kabur, jam kerja menjadi tidak terasa, dan tuntutan untuk selalu “siap sedia” secara mental maupun emosional menjadi hal yang umum. Kondisi ini secara perlahan menciptakan akumulasi stres, kelelahan mental, dan penurunan kualitas kesejahteraan kerja.

Banyak organisasi masih memandang kinerja dari sudut pandang yang sempit, yaitu pencapaian target, efisiensi waktu, dan produktivitas jangka pendek. Pendekatan ini sering kali mengabaikan fakta bahwa manusia memiliki keterbatasan energi fisik, mental, dan emosional. Ketika tuntutan kerja terus meningkat tanpa diimbangi dengan pengelolaan wellbeing yang memadai, dampaknya tidak selalu langsung terlihat, tetapi muncul dalam bentuk burnout, disengagement, konflik kerja, menurunnya kualitas pengambilan keputusan, hingga meningkatnya turnover karyawan.

Dalam konteks tersebut, konsep Wellbeing at Work menjadi semakin relevan sebagai fondasi kinerja yang berkelanjutan. Wellbeing tidak lagi dipahami sebagai fasilitas tambahan atau program kesejahteraan simbolis, melainkan sebagai bagian strategis dari cara organisasi mengelola manusia, pekerjaan, dan budaya kerja. Organisasi yang mampu menjaga wellbeing karyawannya terbukti lebih tangguh menghadapi perubahan, memiliki tingkat engagement yang lebih tinggi, serta mampu mempertahankan kinerja dalam jangka panjang.

Pelatihan Wellbeing at Work untuk Kinerja Berkelanjutan dirancang untuk membantu individu dan organisasi memahami bahwa kesejahteraan kerja dan kinerja bukanlah dua hal yang saling bertentangan, melainkan saling memperkuat. Pelatihan ini membahas bagaimana kondisi fisik, mental, emosional, dan sosial di tempat kerja secara langsung memengaruhi produktivitas, kualitas kerja, serta daya tahan individu dan organisasi dalam menghadapi tekanan dan perubahan.

Serta mengajak peserta untuk keluar dari paradigma lama yang menganggap kelelahan sebagai harga yang wajar dari kinerja tinggi. Sebaliknya, peserta akan memahami bahwa kinerja yang unggul justru membutuhkan pengelolaan energi, fokus, dan emosi yang sehat. Wellbeing diposisikan sebagai pendekatan kerja yang realistis dan strategis, bukan sebagai bentuk pelonggaran standar atau penurunan ekspektasi.

Melalui pendekatan yang kontekstual dengan tantangan dunia kerja saat ini, pelatihan ini membahas isu-isu nyata seperti stres kerja berkepanjangan, overload tugas, tekanan target, komunikasi yang tidak sehat, serta peran kepemimpinan dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman secara psikologis. Fokus pelatihan tidak hanya pada individu, tetapi juga pada sistem kerja, pola kepemimpinan, dan budaya organisasi yang membentuk pengalaman kerja sehari-hari.

Konsep Wellbeing at Work berakar dari berbagai disiplin ilmu yang saling melengkapi. Landasan utamanya berasal dari psikologi kerja dan psikologi organisasi, khususnya dalam kajian stres kerja, motivasi, kepuasan kerja, dan kesehatan mental di tempat kerja. Selain itu, pendekatan ini diperkaya oleh organizational behavior, yang mempelajari hubungan antara perilaku individu, dinamika tim, budaya organisasi, dan kinerja. Dari perspektif manajemen, wellbeing berkaitan erat dengan manajemen sumber daya manusia strategis, terutama dalam desain pekerjaan, manajemen beban kerja, kepemimpinan, dan employee experience. Pelatihan ini juga bersinggungan dengan ilmu kesehatan kerja (occupational health) serta positive psychology, yang menekankan ketahanan (resilience), makna kerja, dan kekuatan individu sebagai sumber kinerja berkelanjutan.

Pelatihan ini relevan bagi pimpinan organisasi, manajer, supervisor, dan team leader yang bertanggung jawab atas kinerja tim sekaligus keberlangsungan sumber daya manusia. Selain itu, pelatihan ini sangat sesuai bagi praktisi HR, people development, dan organizational development yang terlibat dalam perumusan kebijakan, budaya kerja, dan program pengembangan karyawan. Di tingkat individu, pelatihan ini cocok bagi profesional, knowledge worker, dan karyawan dengan beban kerja tinggi yang ingin mempertahankan performa tanpa terjebak dalam kelelahan kronis. Pelatihan ini juga relevan bagi organisasi yang sedang menghadapi tantangan engagement, produktivitas, atau perubahan pola kerja.

Pelatihan ini penting karena banyak organisasi dan individu masih terjebak pada pola kerja yang tidak berkelanjutan, di mana kinerja tinggi dicapai dengan mengorbankan kesehatan dan keseimbangan hidup. Pola ini mungkin terlihat efektif dalam jangka pendek, tetapi dalam jangka panjang justru melemahkan organisasi dari dalam. Dengan mengikuti pelatihan ini, peserta memperoleh pemahaman menyeluruh tentang bagaimana wellbeing memengaruhi kinerja, pengambilan keputusan, kolaborasi, dan ketahanan kerja. Pelatihan ini membantu peserta membangun cara kerja yang lebih sehat, fokus, dan adaptif, sehingga kinerja tidak hanya tercapai, tetapi juga dapat dipertahankan secara konsisten.

Tujuan

  • Memahami konsep Wellbeing at Work dan keterkaitannya dengan kinerja berkelanjutan
  • Meningkatkan kesadaran terhadap dampak stres kerja dan burnout terhadap produktivitas
  • Mengembangkan kemampuan mengelola energi, fokus, dan emosi dalam pekerjaan
  • Mendorong terciptanya pola kerja yang sehat tanpa menurunkan standar kinerja
  • Memperkuat peran kepemimpinan dalam membangun lingkungan kerja yang suportif
  • Mendukung terciptanya budaya kerja yang adaptif, engaged, dan berdaya tahan

Materi

  • Konsep Dasar Wellbeing at Work
  • Wellbeing dalam Perspektif Psikologi Kerja dan Organisasi
  • Stres Kerja, Burnout, dan Dampaknya terhadap Kinerja
  • Psychological Safety dan Lingkungan Kerja Sehat
  • Manajemen Energi, Fokus, dan Beban Kerja
  • Work–Life Integration dalam Dunia Kerja Modern
  • Peran Kepemimpinan dalam Mendukung Wellbeing Tim
  • Budaya Kerja, Engagement, dan Kinerja Jangka Panjang
  • Strategi Praktis Menerapkan Wellbeing dalam Aktivitas Kerja
  • Wellbeing sebagai Fondasi Kinerja Berkelanjutan

Peserta

Divisi Human Capital

Divisi Learning & Development

Divisi Employee Engagement

Divisi Organization Development

Divisi Occupational Health & Wellbeing

Divisi Performance Management

Divisi Leadership Development

Metode

• Pre Test 
• Presentasi Materi 
• Diskusi 
• Studi Kasus 
• Post Test 
 

Fasilitas


• Training Amenities 
• Peralatan Pelatihan (Tas, Hand Out, Flashdisk, Block Note, Pulpen, Watermark) 
• Sertifikat 
• Souvenir 
• 2x Coffee Break, 1x Lunch

Kembali ke Layanan