Pelemahan nilai tukar rupiah, tekanan inflasi, serta ketidakpastian ekonomi global dapat memengaruhi kinerja debitur dan meningkatkan risiko kredit pada perbankan. Kondisi tersebut menuntut bank untuk memperkuat kualitas proses analisis, monitoring, dan pengelolaan portofolio kredit agar tetap mampu menjaga kualitas aset dan mendukung pertumbuhan bisnis yang sehat. Dalam situasi ekonomi yang penuh tantangan, kemampuan mengidentifikasi risiko secara dini menjadi faktor penting dalam mencegah peningkatan kredit bermasalah.
Pelatihan ini dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai dampak kondisi makroekonomi terhadap kualitas kredit serta strategi yang dapat diterapkan untuk menjaga kesehatan portofolio kredit. Peserta akan mempelajari teknik identifikasi risiko, pemantauan kualitas debitur, penerapan early warning system, hingga langkah mitigasi yang efektif untuk mempertahankan kualitas kredit di tengah perubahan kondisi ekonomi.