Resilience Strategy untuk Divisi Penyelamatan Kredit 2026–2030

Resilience Strategy untuk Divisi Penyelamatan Kredit 2026–2030

Resilience Strategy untuk Divisi Penyelamatan Kredit 2026–2030

23 - 24 July 2026 Surabaya Hotel Santika Pandegiling

Deskripsi

Divisi Penyelamatan Kredit (Credit Recovery / Special Asset Management) saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks seiring dengan dinamika ekonomi global, ketidakpastian makroekonomi, fluktuasi suku bunga, pelemahan daya bayar debitur di sektor tertentu, serta meningkatnya eksposur risiko pada portofolio kredit bank. Di sisi lain, transformasi digital, perubahan model bisnis debitur, serta meningkatnya risiko non-keuangan seperti climate risk dan ESG risk turut memengaruhi kualitas aset perbankan. Dalam konteks tersebut, strategi penyelamatan kredit tidak lagi dapat bersifat reaktif, tetapi harus bertransformasi menjadi pendekatan yang lebih proaktif, terstruktur, dan berbasis ketahanan (resilience), yang mampu menjaga stabilitas portofolio sekaligus memaksimalkan recovery value secara berkelanjutan. Divisi Penyelamatan Kredit dituntut untuk mampu mengelola kredit bermasalah dengan pendekatan yang lebih strategis, terintegrasi, dan berbasis data, serta selaras dengan arah transformasi industri perbankan menuju 2030.

Pelatihan ini dirancang untuk memperkuat kemampuan peserta dalam merancang dan mengimplementasikan Resilience Strategy bagi Divisi Penyelamatan Kredit agar mampu menghadapi berbagai skenario risiko di masa depan. Peserta akan mempelajari bagaimana membangun sistem deteksi dini yang efektif, strategi restrukturisasi yang adaptif, pengelolaan portofolio kredit bermasalah berbasis segmentasi risiko, serta optimalisasi recovery melalui pendekatan bisnis dan legal yang terintegrasi. Selain itu, pelatihan ini juga akan membahas pemanfaatan teknologi seperti data analytics dan AI dalam mendukung pengambilan keputusan, penguatan tata kelola dan manajemen risiko kredit bermasalah, serta penyusunan roadmap transformasi fungsi penyelamatan kredit menuju organisasi yang lebih resilien, agile, dan berorientasi pada nilai. Melalui studi kasus, diskusi interaktif, dan workshop, peserta diharapkan mampu menyusun strategi konkret untuk meningkatkan ketahanan fungsi penyelamatan kredit dalam menghadapi tantangan 2026–2030.

Tujuan

Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan dapat:

  • Memahami konsep resilience strategy dalam pengelolaan kredit bermasalah. 
  • Mengidentifikasi tantangan utama Divisi Penyelamatan Kredit pada periode 2026–2030. 
  • Mengembangkan pendekatan proaktif dalam pencegahan dan penanganan kredit bermasalah. 
  • Menerapkan strategi restrukturisasi dan recovery yang lebih efektif dan berkelanjutan. 
  • Memanfaatkan data, analytics, dan teknologi dalam pengelolaan kredit bermasalah. 
  • Menyusun roadmap penguatan Divisi Penyelamatan Kredit berbasis ketahanan organisasi. 

Materi

Materi 1. Future Landscape of Credit Recovery 2026–2030

Sub Materi:

  • Tren ekonomi global dan dampaknya terhadap kualitas kredit 
  • Perubahan profil risiko debitur di era digital dan disrupsi industri 
  • Dampak suku bunga, inflasi, dan perlambatan ekonomi terhadap NPL 
  • Emerging risk: ESG, climate risk, dan supply chain risk 
  • Evolusi peran Divisi Penyelamatan Kredit 
  • Tantangan strategis menuju credit recovery modern 

Materi 2. Konsep Resilience Strategy dalam Penyelamatan Kredit

Sub Materi:

  • Definisi dan prinsip resilience dalam manajemen risiko kredit 
  • Perbedaan pendekatan reaktif vs proaktif dalam recovery 
  • Kerangka kerja resilience strategy untuk portofolio kredit 
  • Key success factors dalam membangun ketahanan kredit 
  • Integrasi resilience dengan strategi bisnis bank 
  • Studi kasus implementasi strategi ketahanan kredit 

Materi 3. Early Warning System dan Risk-Based Monitoring

Sub Materi:

  • Konsep Early Warning System (EWS) dalam kredit 
  • Indikator dini penurunan kualitas kredit 
  • Segmentasi portofolio berbasis risiko 
  • Risk-based monitoring approach 
  • Penggunaan Key Risk Indicators (KRI) 
  • Penguatan sistem deteksi dini berbasis data 

Materi 4. Strategi Restrukturisasi Kredit yang Adaptif dan Berkelanjutan

Sub Materi:

  • Prinsip restrukturisasi kredit yang efektif 
  • Analisis kelayakan usaha debitur (viability assessment) 
  • Strategi restrukturisasi: rescheduling, reconditioning, restructuring 
  • Business turnaround strategy untuk debitur bermasalah 
  • Evaluasi efektivitas restrukturisasi kredit 
  • Mitigasi risiko kegagalan restrukturisasi 

Materi 5. Optimalisasi Recovery melalui Pendekatan Terintegrasi

Sub Materi:

  • Strategi penanganan kredit melalui jalur bisnis dan legal 
  • Optimalisasi agunan dan valuasi aset 
  • Strategi penjualan aset bermasalah (asset disposal strategy) 
  • Negosiasi dan settlement dengan debitur 
  • Kolaborasi unit bisnis, legal, dan collection 
  • Best practice peningkatan recovery rate 

Materi 6. Digitalisasi, Analytics, dan Roadmap Transformasi Penyelamatan Kredit

Sub Materi:

  • Pemanfaatan data analytics dalam credit recovery 
  • Artificial Intelligence untuk prediksi kredit bermasalah 
  • Dashboard monitoring portofolio NPL 
  • Digital transformation dalam divisi penyelamatan kredit 
  • Penguatan governance dan kontrol internal 
  • Workshop penyusunan roadmap Resilience Strategy 2026–2030

Peserta

  • Recovery & Collection
  • Credit Restructuring
  • Manajemen Risiko Kredit
  • Manajemen Risiko
  • Corporate Banking
  • Retail Banking
  • Credit Analyst/Underwriting

Metode

  • Pre-test
  • Presentasi Materi
  • Diskusi
  • Studi Kasus
  • Post-test

Fasilitas

  • Training Amenities
  • Peralatan Pelatihan (Tas, Hand Out, Flashdisk, Block Note, Pulpen, Watermark)
  • Sertifikat 
  • Souvenir
  • 2x Coffee Break, 1x Lunch
Kembali ke Layanan