Divisi Penyelamatan Kredit (Credit Recovery / Special Asset Management) saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks seiring dengan dinamika ekonomi global, ketidakpastian makroekonomi, fluktuasi suku bunga, pelemahan daya bayar debitur di sektor tertentu, serta meningkatnya eksposur risiko pada portofolio kredit bank. Di sisi lain, transformasi digital, perubahan model bisnis debitur, serta meningkatnya risiko non-keuangan seperti climate risk dan ESG risk turut memengaruhi kualitas aset perbankan. Dalam konteks tersebut, strategi penyelamatan kredit tidak lagi dapat bersifat reaktif, tetapi harus bertransformasi menjadi pendekatan yang lebih proaktif, terstruktur, dan berbasis ketahanan (resilience), yang mampu menjaga stabilitas portofolio sekaligus memaksimalkan recovery value secara berkelanjutan. Divisi Penyelamatan Kredit dituntut untuk mampu mengelola kredit bermasalah dengan pendekatan yang lebih strategis, terintegrasi, dan berbasis data, serta selaras dengan arah transformasi industri perbankan menuju 2030.
Pelatihan ini dirancang untuk memperkuat kemampuan peserta dalam merancang dan mengimplementasikan Resilience Strategy bagi Divisi Penyelamatan Kredit agar mampu menghadapi berbagai skenario risiko di masa depan. Peserta akan mempelajari bagaimana membangun sistem deteksi dini yang efektif, strategi restrukturisasi yang adaptif, pengelolaan portofolio kredit bermasalah berbasis segmentasi risiko, serta optimalisasi recovery melalui pendekatan bisnis dan legal yang terintegrasi. Selain itu, pelatihan ini juga akan membahas pemanfaatan teknologi seperti data analytics dan AI dalam mendukung pengambilan keputusan, penguatan tata kelola dan manajemen risiko kredit bermasalah, serta penyusunan roadmap transformasi fungsi penyelamatan kredit menuju organisasi yang lebih resilien, agile, dan berorientasi pada nilai. Melalui studi kasus, diskusi interaktif, dan workshop, peserta diharapkan mampu menyusun strategi konkret untuk meningkatkan ketahanan fungsi penyelamatan kredit dalam menghadapi tantangan 2026–2030.
Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan dapat:
Materi 1. Future Landscape of Credit Recovery 2026–2030
Sub Materi:
Materi 2. Konsep Resilience Strategy dalam Penyelamatan Kredit
Sub Materi:
Materi 3. Early Warning System dan Risk-Based Monitoring
Sub Materi:
Materi 4. Strategi Restrukturisasi Kredit yang Adaptif dan Berkelanjutan
Sub Materi:
Materi 5. Optimalisasi Recovery melalui Pendekatan Terintegrasi
Sub Materi:
Materi 6. Digitalisasi, Analytics, dan Roadmap Transformasi Penyelamatan Kredit
Sub Materi: