Managing Distressed Assets di Tengah Transisi Ekonomi dan Energi

Managing Distressed Assets di Tengah Transisi Ekonomi dan Energi

Managing Distressed Assets di Tengah Transisi Ekonomi dan Energi

28 - 29 September 2026 Jakarta hotel asyana kemayoran

Deskripsi

Perubahan lanskap ekonomi global yang disertai dengan transisi menuju ekonomi hijau dan energi berkelanjutan telah menciptakan dinamika baru dalam pengelolaan aset bermasalah (distressed assets) di industri perbankan. Tekanan terhadap sektor-sektor berbasis energi fosil, industri manufaktur tradisional, serta bisnis yang belum beradaptasi dengan standar Environmental, Social, and Governance (ESG) menyebabkan meningkatnya risiko kredit dan potensi penurunan kualitas aset bank. Di saat yang sama, ketidakpastian ekonomi global, fluktuasi harga komoditas, perubahan kebijakan energi, serta percepatan transisi menuju energi terbarukan turut memengaruhi kemampuan bayar debitur di berbagai sektor. Kondisi ini menuntut divisi penyelamatan kredit untuk memiliki pemahaman yang lebih luas tidak hanya terhadap aspek finansial debitur, tetapi juga terhadap risiko transisi ekonomi dan energi yang dapat berdampak langsung pada keberlanjutan usaha debitur dan kualitas portofolio kredit bank.

Pelatihan ini dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai strategi pengelolaan distressed assets dalam konteks perubahan ekonomi global dan transisi energi. Peserta akan mempelajari bagaimana mengidentifikasi risiko transisi pada portofolio kredit, melakukan segmentasi aset bermasalah berdasarkan sektor terdampak, serta merumuskan strategi penanganan yang adaptif terhadap perubahan struktur ekonomi. Selain itu, pelatihan ini juga membahas pendekatan restrukturisasi berbasis viability usaha, optimalisasi recovery melalui pendekatan bisnis dan legal, serta integrasi aspek ESG dalam pengambilan keputusan penanganan kredit bermasalah. Dengan pendekatan studi kasus, analisis sektor, dan workshop praktis, peserta diharapkan mampu mengembangkan strategi pengelolaan aset bermasalah yang lebih resilien, berkelanjutan, dan selaras dengan arah transisi ekonomi dan energi global menuju 2030.

Tujuan

Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan dapat:

  • Memahami dampak transisi ekonomi dan energi terhadap kualitas aset perbankan. 
  • Mengidentifikasi karakteristik distressed assets pada sektor-sektor terdampak perubahan energi dan ekonomi. 
  • Menganalisis risiko kredit berbasis sektor industri dan risiko transisi (transition risk). 
  • Mengembangkan strategi penanganan aset bermasalah yang adaptif dan berbasis keberlanjutan. 
  • Menerapkan pendekatan ESG dalam pengelolaan kredit bermasalah. 
  • Menyusun strategi optimalisasi recovery untuk distressed assets di tengah perubahan ekonomi global.

Materi

Materi 1. Tren Ekonomi Global dan Transisi Energi

Sub Materi:

  • Dinamika ekonomi global dan dampaknya terhadap sektor perbankan 
  • Perubahan menuju ekonomi hijau (green economy) 
  • Transisi energi dari fosil ke energi terbarukan 
  • Kebijakan global terkait dekarbonisasi dan ESG 
  • Dampak transisi energi terhadap sektor industri 
  • Implikasi bagi portofolio kredit perbankan 

Materi 2. Konsep Distressed Assets dalam Industri Perbankan

Sub Materi:

  • Definisi dan karakteristik distressed assets 
  • Kategori kredit bermasalah dan aset tidak produktif 
  • Faktor penyebab meningkatnya distressed assets 
  • Siklus hidup kredit bermasalah 
  • Identifikasi early distress signals 
  • Studi kasus aset bermasalah di industri perbankan 

Materi 3. Risk Assessment Berbasis Sektor dan Transisi

Sub Materi:

  • Sektor ekonomi rentan terhadap transisi energi 
  • Transition risk dan physical risk dalam kredit 
  • Analisis sensitivitas sektor terhadap perubahan kebijakan energi 
  • Portfolio review berbasis sektor industri 
  • Scoring risiko debitur berbasis ESG 
  • Mapping risiko portofolio distressed assets 

Materi 4. Strategi Restrukturisasi Kredit pada Aset Bermasalah

Sub Materi:

  • Prinsip restrukturisasi berbasis keberlanjutan usaha 
  • Viability assessment debitur 
  • Strategi restrukturisasi keuangan dan operasional 
  • Business turnaround strategy 
  • Evaluasi kelayakan restrukturisasi pada sektor terdampak 
  • Mitigasi risiko kegagalan restrukturisasi 

Materi 5. Optimalisasi Recovery dan Asset Management Strategy

Sub Materi:

  • Strategi penanganan aset bermasalah (workout strategy) 
  • Optimalisasi agunan dan valuasi aset 
  • Strategi exit dan disposal aset bermasalah 
  • Negosiasi dan settlement dengan debitur 
  • Kolaborasi unit bisnis, legal, dan recovery 
  • Peningkatan recovery rate berbasis segmentasi 

Materi 6. Integrasi ESG dan Roadmap Pengelolaan Distressed Assets

Sub Materi:

  • Integrasi ESG dalam keputusan kredit bermasalah 
  • Sustainable credit recovery framework 
  • Governance dalam pengelolaan distressed assets 
  • Penggunaan data dan analytics dalam monitoring aset 
  • Penyusunan roadmap pengelolaan aset bermasalah 
  • Workshop strategi pengelolaan distressed assets berbasis transisi ekonomi

Peserta

  • Manajemen Risiko Kredit
  • Recovery & Collection
  • Credit Restructuring
  • Corporate Banking
  • Asset Management
  • Manajemen Risiko
  • Treasury/Asset Liability Management (ALM)

Metode

  • Pre-test
  • Presentasi Materi
  • Diskusi
  • Studi Kasus
  • Post-test

Fasilitas

  • Training Amenities
  • Peralatan Pelatihan (Tas, Hand Out, Flashdisk, Block Note, Pulpen, Watermark)
  • Sertifikat 
  • Souvenir
  • 2x Coffee Break, 1x Lunch
Kembali ke Layanan