Risk Appetite Framework (RAF) and Risk Culture Enhancement for Sustainable Banking

Risk Appetite Framework (RAF) and Risk Culture Enhancement for Sustainable Banking

Risk Appetite Framework (RAF) and Risk Culture Enhancement for Sustainable Banking

25-26 Juni 2026 Bandung Hotel Zest Sukajadi

Deskripsi

Dalam lingkungan bisnis yang semakin dinamis, bank dituntut tidak hanya mampu mengelola risiko secara efektif, tetapi juga memastikan bahwa seluruh aktivitas bisnis berjalan sesuai dengan tingkat risiko yang dapat diterima organisasi. Risk Appetite Framework (RAF) menjadi instrumen strategis yang membantu manajemen dan dewan komisaris dalam menetapkan batas toleransi risiko yang selaras dengan strategi bisnis, target pertumbuhan, dan ketahanan jangka panjang bank.

Pelatihan ini membahas penerapan Risk Appetite Framework secara komprehensif serta strategi membangun budaya risiko (risk culture) yang kuat di seluruh lini organisasi. Peserta akan mempelajari bagaimana mengintegrasikan RAF ke dalam proses pengambilan keputusan, pengukuran kinerja, tata kelola risiko, serta menciptakan budaya sadar risiko guna mendukung pertumbuhan bank yang berkelanjutan.

Tujuan

  • Memahami konsep Risk Appetite Framework dan penerapannya.
  • Menyusun Risk Appetite Statement yang efektif.
  • Mengembangkan indikator monitoring RAF.
  • Mengintegrasikan RAF ke dalam proses bisnis dan strategi bank.
  • Membangun budaya risiko yang kuat di seluruh organisasi.
  • Mengukur efektivitas implementasi risk culture.

Materi

Sesi 1: Fundamental Risk Appetite Framework

  1. Konsep dan prinsip RAF 
  2. Regulatory Expectations 
  3. Hubungan RAF dengan strategi bisnis 
  4. Governance Structure RAF 

Sesi 2: Penyusunan Risk Appetite Statement

  1. Risk Capacity 
  2. Risk Appetite 
  3. Risk Tolerance 
  4. Risk Limit Framework 

Sesi 3: Risk Appetite Metrics

  1. Financial Risk Metrics 
  2. Non-Financial Risk Metrics 
  3. Key Risk Indicators
  4. Escalation Thresholds 

Sesi 4: Integrasi RAF dalam Bisnis

  1. Strategic Planning Alignment 
  2. Capital Planning 
  3. Business Decision Making 
  4. Performance Management 

Sesi 5: Risk Culture Framework

  1. Definisi dan karakteristik risk culture 
  2. Risk Awareness Program 
  3. Risk Ownership 
  4. Ethical Decision Making 

Sesi 6: Building Strong Risk Culture

  1. Leadership and Tone from the Top 
  2. Communication Strategy 
  3. Employee Engagement
  4. Incentive and Accountability 

Sesi 7: Measuring Risk Culture Effectiveness

  1. Risk Culture Assessment 
  2. Risk Maturity Model
  3. Survey dan Behavioral Indicators 
  4. Continuous Improvement 

Sesi 8: Workshop dan Studi Kasus

Peserta

  • Manajemen Risiko
  • Enterprise Risk Management (ERM)
  • Tata Kelola Perusahaan (GCG)
  • Kepatuhan (Compliance)
  • Pengembangan SDM (Human Capital)
  • Audit Internal
  • Strategi Korporasi (Corporate Strategy)

Metode

  • Pre-test
  • Presentasi Materi
  • Diskusi
  • Studi Kasus
  • Post-test

Fasilitas

  • Training Amenities
  • Peralatan Pelatihan (Tas, Hand Out, Flashdisk, Block Note, Pulpen, Watermark)
  • Sertifikat 
  • Souvenir
  • 2x Coffee Break, 1x Lunch
Kembali ke Layanan