Teknik Perhitungan Tingkat Keberhasilan Unit Kantor dengan Menggunakan DEA Model

Teknik Perhitungan Tingkat Keberhasilan Unit Kantor dengan Menggunakan DEA Model

Teknik Perhitungan Tingkat Keberhasilan Unit Kantor dengan Menggunakan DEA Model

16 – 17 Desember 2025 Bali Hotel Ibis Kuta

Deskripsi

Pada umumnya bank mengukur efisiensi cabangnya dengan menghitung rasio keuangan di samping memonitor dengan pencapaian target-target yang telah ditetapkan dalam RKAT; dalam hal ini ukuran pencapaian RKAT adalah ukuran efektifitas cabang masing-masing. Pada saat ini semakin diperlukan ukuran kinerja cabang yang lain yaitu dari sisi efisiensi. Salah satu model baru untuk mengukur efisiensi adalah Data Envelopment Analysis (DEA). DEA akan melengkapi manajemen dalam menilai kinerja cabang selain dari sisi keuangan dan efektifitas usahanya yaitu dari sisi efisiensinya. DEA model bermaksud mengukur tingkat efisiensi relatif dari unit-unit yang sejenis. Dalam analisis DEA yang penting adalah menentukan input dan outputnya. Pada analisis ini, digunakan multi-input dan multi-output. Input adalah semua sumber daya yang digunakan untuk menghasilkan output. Dalam hal ini inputdapat berupa jumlah tenaga kerja, jumlah aktiva tetap, jumlah cabang pembantu, jumlah kantor kas, jumlah ATM, jumlah biaya operasional. Jumlah output misalnya jumlah kredit yang disalurkan, jumlah dana yang dihimpun, laba. Dengan memasukkan semua input dan output yang telah dipilih maka akan diketahui skor DEA masing-masing cabang. Cabang yang mempunyai skor di bawah 100 berarti tidak efisien. DEA juga akan memberikan informasi faktor-faktor penyebab tidak efisien dan memberikan rekomendasi perbaikan untuk masing-masing cabang agar dapat dicapai kondisi efisien (dicapai skor 100)

Tujuan

Dengan training ini peserta mampu melakukan penilaian dan memberi/menentukan alat untuk menilai kinerja cabang terutama dari sisi efisiensinya, sehingga dapat diketahui cabang yang efisien dan yang tidak efisien. Untuk cabang yang tidak efisien manajemen diberikan informasi penyebabnya dan solusi untuk perbaikan kinerjanya

Materi

Konsep dasar penilaian efisiensi kinerja kantor cabang Strategi dan standar pengukuran efisiensi kinerja Kantor Cabang dan Kantor Cabang Pembantu Alat untuk mengukur tingkat keberhasilan kinerja Pengukuran kinerja dengan balanced scorecard Mengukur dalam penilaian kinerja cabang berdasar sistem keuangan Kinerja penghimpunan dana Kredit Rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) Bad debt recovery Pencapaian laba Mengukur penilaian kinerja cabang perspektif nasabah Hasil survei kepuasan nasabah Penanganan pengaduan nasabah Peningkatan jumlah nasabah dana, kredit, dan ATM Mengukur dalam penilaian kinerja cabang dari proses bisnis internal Kualitas pelaporan cabang Rasio likuiditas Mengukur dalam penilaian kinerja cabang berdasar pembelajaran dan pertumbuhan Jumlah pengarahan pegawai kapabilitas pekerja & kapabilitas system informasi Jumlah keterlambatan hadir pegawai Hasil pengukuran penerapan standar pelatihan. Bahan evaluasi kinerja (aspek-aspek kinerja yang memerlukan perbaikan) Faktor-faktor penyebab tidak efisien dan rekomendasi perbaikan untuk masing-masing cabang agar dapat dicapai kondisi efisien Mengarahkan kinerja kantor cabang dan kantor cabang pembantu dalam memberikan kontribusi usaha kepada kantor pusat

Metode

Pre-test Presentation Discussion Case study Post-test

Fasilitas

Training Kit (Tas, Hand out, Flashdisk, Block note, Pulpen dll) Certificate Souvenir 2x Coffee Break, 1x Lunch PRICE (Running dengan kuota minimal 3 peserta)

Kembali ke Layanan