Penerapan Transaction Monitoring System untuk APU PPT Bank

Penerapan Transaction Monitoring System untuk APU PPT Bank

Penerapan Transaction Monitoring System untuk APU PPT Bank

26 – 27 Februari 2026 Jakarta Hotel Asyana Kemayoran

Deskripsi

Pelatihan ini dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai Transaction Monitoring System (TMS) sebagai komponen kunci dalam penerapan program Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APU PPT) di bank. Peserta akan mempelajari bagaimana TMS digunakan untuk mendeteksi, menganalisis, dan memitigasi transaksi tidak wajar dan mencurigakan secara sistematis melalui pendekatan berbasis risiko. Pelatihan ini menekankan keterkaitan antara kebijakan APU PPT, profil risiko nasabah, dan parameter monitoring transaksi. Pelatihan juga membekali peserta dengan kemampuan praktis dalam merancang, mengelola, dan mengevaluasi efektivitas TMS. Peserta akan memahami bagaimana menyusun skenario, threshold, dan red flag transaksi, melakukan investigasi alert, serta mengintegrasikan hasil monitoring dengan proses eskalasi dan pelaporan ke PPATK. Dengan pendekatan studi kasus dan best practices, peserta mampu memastikan TMS berfungsi optimal, akurat, dan sesuai dengan ketentuan regulator.

Tujuan

Memahami peran dan fungsi TMS dalam APU PPT perbankan Menguasai konsep risk-based transaction monitoring Mampu merancang parameter, skenario, dan threshold TMS Melakukan analisis alert dan investigasi transaksi Mengintegrasikan TMS dengan proses eskalasi dan pelaporan Mengevaluasi dan meningkatkan efektivitas sistem monitoring transaksi

Materi

  • Konsep Dasar Transaction Monitoring System

Definisi dan tujuan TMS dalam APU PPT Peran TMS dalam mendeteksi pencucian uang dan pendanaan terorisme Hubungan TMS dengan CDD, EDD, dan risk profiling Posisi TMS dalam kerangka manajemen risiko dan kepatuhan

  • Regulasi dan Standar TMS

Ketentuan OJK terkait APU PPT dan monitoring transaksi Peraturan PPATK tentang pelaporan transaksi keuangan Rekomendasi FATF terkait transaction monitoring Ekspektasi regulator terhadap efektivitas TMS bank

  • Risk-Based Approach dalam TMS

Integrasi profil risiko nasabah ke TMS Segmentasi nasabah, produk, dan transaksi Penentuan risk scoring dan prioritas alert Penyesuaian monitoring berdasarkan tingkat risiko

  • Desain dan Arsitektur TMS

Komponen utama TMS: data source, engine, rules, dan workflow Integrasi TMS dengan core banking dan channel transaksi Kualitas data dan data governance Keamanan sistem dan audit trail TMS

  • Skenario, Rules, dan Threshold Monitoring

Penyusunan skenario transaksi mencurigakan Penetapan threshold transaksi tunai dan non-tunai Red flag transaksi berdasarkan produk dan layanan Kalibrasi rules untuk meminimalkan false positive

  • Alert Management dan Investigasi

Proses alert generation dan prioritisasi Teknik analisis transaksi dan perilaku nasabah Dokumentasi hasil investigasi Penentuan transaksi wajar vs mencurigakan

  • Eskalasi dan Pelaporan

Mekanisme eskalasi internal hasil monitoring Kriteria dan proses penyusunan LTKM Integrasi TMS dengan pelaporan LTKT dan LTKLN Batas waktu dan kualitas laporan ke PPATK

  • Pengendalian Internal dan Tata Kelola TMS

Peran unit kepatuhan, APU PPT, dan TI Segregasi fungsi dan kontrol akses sistem Monitoring kinerja dan efektivitas TMS Audit internal dan pengujian berkala TMS

  • Evaluasi dan Continuous Improvement

Key Performance Indicators (KPI) TMS Review dan tuning skenario secara berkala Pemanfaatan hasil audit dan temuan regulator Adaptasi TMS terhadap modus pencucian uang terbaru

  • Studi Kasus dan Best Practices

Analisis kasus kegagalan monitoring transaksi Modus pencucian uang yang terdeteksi melalui TMS Lessons learned dari sanksi regulator Praktik terbaik penerapan TMS yang efektif dan efisien

Metode

Pre-test Presentation Discussion Case study Post-test

Fasilitas

Training Kit (Tas, Hand out, Flashdisk, Block note, Pulpen dll) Certificate Souvenir 2x Coffee Break, 1x Lunch PRICE (Running dengan kuota minimal 3 peserta)

Kembali ke Layanan