Sesuai dengan perkembangan bisnis yang ada saat ini, maka kemampuan perusahaan untuk mempertahankan kelangsungan usahanya sudah merupakan suatu keharusan dan tidak dapat dipungkiri lagi. Berlatar belakang dari hal di atas, maka implementasi Business Continuity Management (BCM) merupakan suatu elemen yang sangat penting dalam suatu organisasi. Penerapan BCM harus mendapatkan dukungan dari top management, dan dimulai dengan penetapan tujuan, identifikasi kebutuhan sumber daya dan target yang akan dicapai. Sesuai dengan tujuan dan target yang sudah ditentukan, dan sejalan dengan proses manajemen risiko, maka organisasi tersebut harus menentukan ancaman serta dampak yang mungkin akan terjadi, serta mitigasi risiko yang diperlukan. Keberhasilan implementasi BCM dalam suatu organisasi bukan hanya dilihat dari keberhasilan uji coba BCM, namun juga seberapa tinggi tingkat keperdulian/awareness dari setiap personil dalam organisasi tersebut.
Secara teori, pengertian dari Business Continuity Management (BCM) adalah suatu rangkaian proses sistem manajemen yang terencana, terukur, dan menyeluruh; yang mencakup identifikasi dini, pengembangan ketahanan, kemampuan pengendalian setiap potensi insiden secara efektif, pemulihan kondisi, dan proses penyelenggaraan kegiatan kembali ke normal, untuk menjamin keberlangsungan bisnis perusahaan. ISO telah mengeluarkan standard internasional terkait Business Continuity Management System, yaitu ISO 22301:2019 Security and resilience – Business continuity management systems – Requirements. Implementasi BCM mampu mengendalikan perusahaan untuk bertahan selama dan pascadisrupsi. Perusahaan yang telah mengimplementasikan Business Continuity Management (BCM) yang baik, maka telah mengedukasi seluruh elemen perusahaan dalam merespons kejadian disrupsi. Di era sekarang, perusahaan dirasa sangat perlu mengimplementasikan Business Continuity Management (BCM) yang baik untuk menghindari perusahaan dari ketidakpastian, kerugian maupun kebangkrutan.
Tujuan
- Peserta memahami prinsip-prinsip dan konsep Business Continuity Management (BCM)
- Peserta memahami persyaratan ISO 22301:2019
- Peserta memahami penerapan dan pengoperasian BCM
- Peserta memahami manajemen risiko dan metode penilaian risiko
- Peserta memahami cara menguji dan mengukur rencana bisnis (business plan)
- Peserta memahami best practices BCM pada berbagai organisasi
- Memitigasi dan mengidentifikasi mitigasi risiko sehingga dapat mengurangi ancaman yang terjadi
- Meningkatkan kemampuan mengelola risiko dalam menghadapi ancaman
Materi Pokok
- Introduction to BCM and Lifecycle approach
- Identification of key business processes
- ISO 22301:2019 Security and resilience – Business continuity management systems requirements
- The role of ISO 22301:2019 in contributing to organisational and societal security and the business benefits of Business Continuity Management (BCM)
- The requirements of ISO 22301:2012 and how they relate to the key components of an effective Business Continuity Management System
- PDCA “Plan-Do-Check-Act” approach to the Management system
- Business Continuity Management Systems
- Establishing and managing the BCMS
- Suppliers and outsourced activities
- BCM policy
- Provision of Resources
- Training, awareness and competency
- Embedding BCM in the organization’s culture
- BCMS documentation and records
- Implement and operate the BCMS
- Monitor and review the BCMS
- Maintain and improve the BCMS
- Risk Management Processes – FMEA, FMECA
- Analysis of your Business
- Assessment of Risk
- Development of Strategy
- Development of plan
- Test your Plan



