Di tengah penurunan margin bunga akibat persaingan ketat antarbank dan kebijakan moneter yang fluktuatif,
bank dituntut mencari sumber pendapatan alternatif yang berkelanjutan. Salah satu strategi utama adalah
optimalisasi Fee-Based Income (FBI) melalui pengembangan Value Added Services (VAS),
yakni layanan bernilai tambah di luar produk inti perbankan konvensional.
Pelatihan ini memberikan pemahaman menyeluruh mengenai konsep VAS dalam konteks bisnis perbankan,
strategi desain layanan, kolaborasi dengan pihak ketiga (open banking, fintech, ekosistem digital),
serta pendekatan inovatif dalam mengemas layanan untuk mendongkrak loyalitas nasabah dan kontribusi FBI.
Selain itu, peserta akan dilatih merancang model bisnis VAS sesuai segmen pasar,
menyusun mekanisme perhitungan fee, mengintegrasikan layanan dengan platform digital,
serta mengembangkan kerangka kerja kemitraan bisnis yang aman dan saling menguntungkan.
Studi kasus, simulasi, dan penyusunan rencana strategis akan memperkuat kemampuan praktis peserta.
Tujuan
- Memahami konsep, jenis, dan potensi VAS dalam meningkatkan fee-based income perbankan.
- Meningkatkan keterampilan merancang dan mengimplementasikan layanan VAS yang relevan dan kompetitif.
- Mendorong kolaborasi lintas unit untuk menciptakan layanan berbasis kemitraan yang berkelanjutan.
- Menyusun strategi pengembangan layanan VAS yang terintegrasi dengan kanal digital bank, sesuai regulasi dan manajemen risiko.
Materi Pokok
Hari 1: Konsep Dasar dan Strategi Pengembangan Layanan VAS
- Mengenal Fee-Based Income (FBI) dan Peran VAS dalam Model Bisnis Bank
- Definisi dan klasifikasi fee-based income
- Perbedaan produk utama dan layanan bernilai tambah
- Dampak FBI terhadap profitabilitas bank
- Jenis-Jenis Value Added Services di Perbankan
- Layanan pembayaran: payment gateway, biller aggregator
- Cash management, virtual account, escrow, API banking
- Layanan non-keuangan: edukasi finansial, loyalty program, lifestyle partnerships
- Strategi Inovasi dan Pengembangan Produk VAS
- Identifikasi kebutuhan dan preferensi nasabah
- Desain produk berbasis customer journey
- Business model canvas untuk VAS
- Studi Kasus: Praktik VAS dan FBI di Perbankan
- Benchmark bank digital dan konvensional
- Analisis faktor keberhasilan dan kegagalan
- Diskusi potensi layanan VAS di bank peserta
Hari 2: Implementasi VAS, Integrasi Digital, dan Tata Kelola
- Integrasi VAS dengan Kanal Digital Bank
- Mobile banking, internet banking, dan API platform
- Otomatisasi layanan dan self-service tools
- Tantangan teknis dan solusi integrasi
- Kolaborasi Strategis dengan Fintech dan Ekosistem Digital
- Skema kemitraan bisnis berbasis API/Open Banking
- Legalitas dan perlindungan data nasabah
- Fee sharing dan perjanjian kerja sama (MoU, SLA, dll.)
- Tata Kelola, Kepatuhan, dan Manajemen Risiko VAS
- Ketentuan OJK/BI terkait layanan tambahan
- Manajemen risiko operasional, reputasi, teknologi
- Framework governance pengembangan produk VAS
- Simulasi Pengembangan Layanan VAS dan Strategi FBI
- Simulasi perancangan produk VAS berbasis segmen nasabah
- Penyusunan proyeksi FBI & analisis kelayakan bisnis
- Presentasi rencana aksi & umpan balik fasilitator



