Pelatihan ini dirancang secara khusus untuk profesional hukum dan perbankan yang ingin meningkatkan kemampuan dalam mengelola emosi, merespons konflik, dan memperkuat komunikasi hukum menggunakan pendekatan Neuro-Linguistic Programming (NLP).
Dalam dunia hukum perbankan, keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh penguasaan hukum positif dan regulasi, tetapi juga oleh kemampuan membaca situasi, memahami bahasa tubuh, merespons tekanan emosional, dan membangun komunikasi yang meyakinkan.
Dengan pendekatan neurosains komunikasi dan NLP, pelatihan ini membantu peserta memahami bagaimana pikiran, bahasa, dan perilaku saling berinteraksi, serta bagaimana mengelolanya secara efektif untuk menyelesaikan masalah hukum, menangani nasabah, dan mengelola konflik internal maupun eksternal.
Tujuan
- Memahami dasar-dasar NLP dan bagaimana prinsip neuro-linguistik dapat diterapkan dalam konteks hukum dan perbankan.
- Mengelola emosi pribadi dan pihak lain dalam situasi hukum yang penuh tekanan
- Mengenali pola komunikasi verbal dan non-verbal dalam interaksi dengan nasabah, klien, atasan, atau pihak eksternal.
- Menangani konflik hukum secara lebih strategis dan persuasif, baik dalam mediasi, negosiasi, maupun interaksi operasional harian
- Meningkatkan kecerdasan emosional (EQ) dalam menghadapi risiko hukum, penyelesaian sengketa, dan pelaporan hukum internal
- Mengembangkan pola pikir hukum yang adaptif dan solutif dalam menghadapi perubahan regulasi, tekanan bisnis, dan dinamika kerja.
Materi Pokok
- Fondasi Neuro-Legal Intelligence
- Konsep Dasar Neuro-Legal Intelligence
- Apa itu Neuro-Linguistic Programming (NLP)?
- Hubungan antara hukum, bahasa, emosi, dan pikiran
- Tantangan komunikasi hukum di sektor perbankan
- Hukum Perbankan dan Konflik: Di Mana NLP Masuk?
- Sumber konflik dalam dunia perbankan (kredit bermasalah, dispute nasabah, internal compliance)
- Studi kasus singkat konflik hukum & eskalasi emosi
- Peran NLP dalam mengurai kompleksitas interaksi hukum
- Model Pikiran & Bahasa dalam NLP
- The NLP Communication Model
- Representational Systems (VAKOG): Visual, Auditory, Kinesthetic
- Mengenali dan memetakan gaya komunikasi mitra hukum/nasabah
- Mengenali Pola Bahasa Hukum vs Bahasa Pikiran
- Meta Model: Menggali informasi tersembunyi dari bahasa hukum
- Milton Model: Bahasa persuasif dan hipnotik dalam komunikasi legal
- Framing & Reframing isu hukum secara positif dan membangun
- Konsep Dasar Neuro-Legal Intelligence
- Emosi, Konflik, dan Resolusi Legal NLP-Based
- Teknik Mengelola Emosi dalam Situasi Hukum
- Emosi dan persepsi dalam pengambilan keputusan hukum
- Teknik State Management untuk tetap tenang saat menghadapi tekanan
- Anchoring: Membangun “pemicu positif” saat negosiasi / konflik
- Resolusi Konflik Berbasis NLP
- Teknik Rapport Building untuk menciptakan hubungan hukum yang harmonis
- Membangun kesepakatan melalui komunikasi reflektif dan mirroring
- NLP dalam mediasi, negosiasi kontrak, dan litigasi ringan
- Komunikasi Persuasif dan Bahasa Solusi
- Teknik Chunking, Reframing, dan Metaphor untuk menjembatani perbedaan hukum
- Simulasi komunikasi hukum dengan nasabah/klien bermasalah
- Teknik bertanya (precision questioning) untuk menghindari asumsi hukum keliru
- Mindset Legal yang Tangguh dan Adaptif
- Mental model pengacara atau legal officer berdaya tahan tinggi
- NLP untuk belief change: dari problem oriented ke solution oriented
- Menyelaraskan nilai hukum, emosi, dan hasil bisnis
- Rencana Aksi Pribadi (Legal NLP Action Plan)
- Penyusunan rencana implementasi NLP dalam konteks kerja peserta
- Teknik Mengelola Emosi dalam Situasi Hukum



